ASUS Resmi Matikan Lini ROG Phone dan Zenfone di 2026: Ini Bukan Kegagalan, Ini Strategi
Berita ini mengejutkan banyak penggemar setia Zenfone. ASUS — merek yang dikenal sebagai salah satu laptop dan smartphone gaming terbaik — memilih untuk mundur dari pasar smartphone. Tapi alasan di baliknya jauh lebih menarik dari yang kamu kira.
15 Maret 2026 | 8 menit baca | Oleh: Dimas | 📱 BERITA TEKNOLOGI
Saya masih ingat pertama kali memegang Zenfone 5 — tipis, layarnya enak, dan harganya jauh lebih masuk akal dibanding Samsung atau Apple di kelasnya. ASUS pernah punya momen emas di pasar smartphone Indonesia.
Tapi pasar berubah. Dan ASUS, tampaknya, cukup bijak untuk menyadari itu lebih cepat dari kompetitor lain.
Kronologi: dari Zenfone Pertama hingga Keputusan Mundur
ASUS pertama kali masuk pasar smartphone dengan Zenfone pada 2014, menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga bersahabat. ROG Phone lahir di 2018 sebagai smartphone gaming pertama mereka yang serius. Selama hampir satu dekade, ASUS membangun reputasi yang cukup kuat di niche premium-affordable dan gaming.
Namun di 2026, ASUS mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pengembangan seri baru Zenfone dan ROG Phone, dengan model terakhir masing-masing adalah Zenfone 12 Ultra dan ROG Phone 9 Pro.
Tiga Alasan Utama di Balik Keputusan Ini
1. 🤖 Pasar AI dan Computing Jauh Lebih Menggiurkan
ASUS melihat gelombang besar AI computing — laptop Copilot+, workstation AI, hingga perangkat edge AI — sebagai arena yang jauh lebih menguntungkan. Margin keuntungan laptop gaming ROG dan workstation ProArt jauh lebih besar dibanding smartphone mid-range yang marginnya sangat tipis akibat perang harga dengan Xiaomi, Samsung, dan Apple.
2. 📉 Pasar Smartphone Makin Jenuh dan Kompetitif
Di segmen premium, Apple dan Samsung sudah terlalu dominan dengan ekosistem yang sangat dalam. Di mid-range, Xiaomi dan Realme memainkan harga yang nyaris tidak bisa diimbangi tanpa skala produksi masif. ASUS tidak punya keunggulan kompetitif yang cukup kuat untuk bersaing di keduanya secara jangka panjang.
3. 💰 Biaya Komponen yang Tidak Ekonomis
Komponen layar AMOLED premium, chip Snapdragon terbaru, dan kamera system multi-sensor dengan lisensi paten optikal membutuhkan investasi R&D yang sangat besar. Dengan volume penjualan ASUS yang tidak sebesar Samsung, biaya per unit menjadi tidak efisien.
Nasib Pengguna Zenfone dan ROG Phone yang Sudah Beli?
📱 Kabar baiknya untuk pengguna existing:
- ✅ ASUS berkomitmen memberikan update keamanan Android minimal 2 tahun setelah tanggal produksi terakhir
- ✅ Spare part dan servis resmi masih tersedia di service center ASUS minimal 3 tahun ke depan
- ✅ Garansi resmi tetap berlaku sesuai ketentuan pembelian
⚠️ Yang perlu diantisipasi:
- ❌ Tidak ada lagi major OS upgrade (Android 16, 17, dst.) untuk model lama
- ❌ Komunitas developer custom ROM mungkin terbatas karena pasar kecil
- ❌ Harga jual kembali (resale value) Zenfone/ROG Phone akan turun lebih cepat dari biasanya
Ke Mana ASUS Fokus Selanjutnya?
Ini yang menarik dan patut ditunggu. ASUS dalam beberapa presentasi investor 2026 menyebut beberapa arah baru:
- 🥽 Smart Glasses dan AR Wearable — bermitra dengan beberapa perusahaan display teknologi Jepang
- 🤖 Physical AI Robot — ASUS bereksperimen di segmen robot rumahan yang ditenagai AI lokal
- 💻 Laptop AI generasi berikutnya — ROG dan ProArt tetap jalan full speed, bahkan diperkuat
- ☁️ Infrastruktur AI Data Center — lewat divisi ASUS Server ASMB
Bagi pengguna loyal Zenfone, ini memang berita yang mengecewakan. Tapi dari sudut pandang bisnis, keputusan ASUS ini bukan kekalahan — ini pivot strategis yang cerdas menuju pasar yang jauh lebih besar dan lebih menguntungkan.