Saya masih ingat pertama kali memegang Zenfone 5 — tipis, layarnya enak, dan harganya jauh lebih masuk akal dibanding Samsung atau Apple di kelasnya. ASUS pernah punya momen emas di pasar smartphone Indonesia.
Tapi pasar berubah. Dan ASUS, tampaknya, cukup bijak untuk menyadari itu lebih cepat dari kompetitor lain.
Kronologi: dari Zenfone Pertama hingga Keputusan Mundur
ASUS pertama kali masuk pasar smartphone dengan Zenfone pada 2014, menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga bersahabat. ROG Phone lahir di 2018 sebagai smartphone gaming pertama mereka yang serius. Selama hampir satu dekade, ASUS membangun reputasi yang cukup kuat di niche premium-affordable dan gaming.
Namun di 2026, ASUS mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pengembangan seri baru Zenfone dan ROG Phone, dengan model terakhir masing-masing adalah Zenfone 12 Ultra dan ROG Phone 9 Pro.
Tiga Alasan Utama di Balik Keputusan Ini
Nasib Pengguna Zenfone dan ROG Phone yang Sudah Beli?
Ke Mana ASUS Fokus Selanjutnya?
Ini yang menarik dan patut ditunggu. ASUS dalam beberapa presentasi investor 2026 menyebut beberapa arah baru:
- 🥽 Smart Glasses dan AR Wearable — bermitra dengan beberapa perusahaan display teknologi Jepang
- 🤖 Physical AI Robot — ASUS bereksperimen di segmen robot rumahan yang ditenagai AI lokal
- 💻 Laptop AI generasi berikutnya — ROG dan ProArt tetap jalan full speed, bahkan diperkuat
- â˜ï¸ Infrastruktur AI Data Center — lewat divisi ASUS Server ASMB
Bagi pengguna loyal Zenfone, ini memang berita yang mengecewakan. Tapi dari sudut pandang bisnis, keputusan ASUS ini bukan kekalahan — ini pivot strategis yang cerdas menuju pasar yang jauh lebih besar dan lebih menguntungkan.