Keyboard Mechanical vs Membrane: Worth the Hype?

Dipublikasikan: 18 Desember 2025 | Waktu baca: 9 menit | Oleh: Taufik

Mechanical Keyboard

5 tahun kerja sebagai programmer, saya pakai keyboard membrane bundling dari PC office. "Keyboard doang, yang penting bisa ngetik."

Lalu tahun lalu, coba-coba beli keyboard mechanical karena penasaran (plus promo 11.11 😅). 2 minggu kemudian, saya beli second one untuk di rumah.

Apakah mechanical keyboard se-game-changing yang orang bilang? Ini honest review setelah setahun pakai.

Perbedaan Dasar

Membrane Keyboard

Pakai rubber dome di bawah setiap tombol. Saat ditekan, rubber dome compress dan menyentuh circuit di bawahnya. Murah, quiet, tapi feel-nya "mushy."

Mechanical Keyboard

Setiap tombol punya switch individual dengan spring dan mechanism. Ada "actuation point" yang jelas—Anda bisa feel persis kapan tombol ter-register. Lebih mahal, biasanya lebih berisik, tapi satisfying to type.

Pengalaman Saya

Yang KERASA Beda:

1. Typing Feel 😍

Ini perbedaan paling obvious. Membrane terasa kayak menekan spons. Mechanical terasa... crisp. Ada feedback yang jelas, satisfying "thock" atau "clack" (tergantung switch).

Setelah terbiasa mechanical, balik ke membrane rasanya kayak ngetik di lumpur. Agak lebay, tapi serius beda feel-nya signifikan.

2. Reduced Fatigue (For Me)

Ini subjektif, tapi saya ngerasa less tired setelah seharian ngetik. Mungkin karena nggak perlu tekan sampai mentok (actuation lebih tinggi), atau karena feedback yang jelas.

3. Build Quality

Keyboard mechanical (yang bagus) biasanya build quality lebih solid. No flex, heft yang reassuring, keycaps yang tebal. Feel premium.

Yang NGGAK Terlalu Kerasa:

1. Typing Speed

Real talk: typing speed saya nggak naik signifikan setelah ganti mechanical. Kalau Anda beli mechanical keyboard dengan harapan jadi 2x lebih cepat ngetik... mungkin akan kecewa.

2. Gaming Performance

Untuk gaming casual, perbedaannya minimal. Yang kerasa cuma pada competitive gaming yang butuh rapid key presses. Untuk main single-player atau casual game, membrane juga fine.

Jenis Switch Mechanical

Mechanical keyboard punya berbagai jenis switch. Tiga yang paling umum (pakai naming Cherry MX sebagai standar):

🔴 Red (Linear)

  • No tactile bump, smooth dari atas sampai bawah
  • Quiet (relatively)
  • Populer untuk gaming karena fast actuation
  • Kurang satisfying untuk typing menurut saya

🟤 Brown (Tactile)

  • Ada tactile bump di tengah-tengah press
  • Tidak terlalu berisik
  • Favorite saya! Balance untuk typing dan gaming
  • Good for office use

🔵 Blue (Clicky)

  • Tactile bump + audible click
  • BERISIK (satisfying, tapi annoy people around you)
  • Great for typing enthusiasts
  • Jangan pakai di kantor open office 😬

Budget Berapa?

Range harga mechanical keyboard luas banget:

Rekomendasi First Mechanical

  • Fantech MAXFIT67 (Rp 550rb) - 65%, hot-swap, wireless option
  • Royal Kludge RK68 (Rp 450rb) - Tri-mode, good starter
  • Keychron K8 (Rp 900rb) - TKL, premium feel, Mac compatible

Apakah Worth It?

Honest answer: depends on how much you type.

WORTH IT kalau:

MUNGKIN SKIP kalau:

Kesimpulan

Setelah setahun pakai mechanical keyboard, saya nggak akan balik ke membrane. Tapi saya juga acknowledge ini partly karena saya kerja sebagai programmer yang ngetik 6-8 jam sehari.

Kalau Anda penasaran, coba dulu sebelum beli—banyak toko yang display untuk testing. Feel the difference yourself.

Atau kalau mau main aman, beli yang budget-friendly dulu (Rp 400-500rb range). Kalau suka, baru upgrade ke yang lebih premium.

Happy typing! ⌨️