Panduan Lengkap Kabel PC: Jenis, Fungsi, dan Cable Management
Semua Kabel di Dalam PC — Apa Fungsinya dan Ke Mana Sambungannya
5 Desember 2025 | 13 menit baca | Oleh: Rendi
Buat yang baru pertama kali buka casing PC atau mau rakit sendiri, jumlah kabel di dalam PC bisa bikin overwhelming. Kabel warna-warni dari PSU, kabel data SATA, kabel front panel yang kecil-kecil — semuanya punya fungsi spesifik. Mari kita kupas satu per satu!
Kabel Power dari PSU
1. ATX 24-Pin (Motherboard Power)
- Fungsi: Power utama untuk motherboard — tanpa ini, PC nggak nyala
- Bentuk: Konektor besar 24-pin (kadang 20+4 pin yang bisa dipisah)
- Lokasi: Sisi kanan motherboard, biasanya paling mudah dilihat
- Tips: Pastikan klik sempurna sampai clip terkunci. Kalau longgar = PC random shutdown
2. EPS 4+4 Pin / 8-Pin (CPU Power)
- Fungsi: Power khusus untuk CPU
- Bentuk: 4+4 pin (8 pin total) — beberapa motherboard high-end punya 2x konektor (8+4 atau 8+8)
- Lokasi: Pojok kiri atas motherboard
- Tips: JANGAN sambung kabel PCIe ke sini! Walaupun tampak mirip, voltagenya berbeda dan bisa merusak motherboard
PERINGATAN KRITIS!
Kabel EPS (CPU) dan kabel PCIe (GPU) dari PSU modular TIDAK boleh ditukar! Walaupun konektor ukurannya sama, pin-out berbeda. Salah pasang = motherboard atau GPU terbakar. Selalu pakai kabel yang sesuai label PSU.
3. PCIe 6-Pin, 6+2 Pin, atau 12VHPWR (GPU Power)
- Fungsi: Power tambahan untuk GPU
- Variasi:
- 6-pin: 75W tambahan (GPU low-mid range)
- 6+2 pin (8-pin): 150W tambahan (GPU mid-high)
- 12VHPWR (16-pin): 600W (GPU NVIDIA RTX 40 series) — konektor baru, harus hati-hati jangan bengkok
- Tips: GPU besar butuh 2-3 kabel terpisah dari PSU. JANGAN pakai 1 kabel daisy-chain untuk GPU high-end — risiko overheating konektor
4. SATA Power (Storage & Accessories)
- Fungsi: Power untuk SSD SATA, HDD, ODD (DVD drive), fan hub, RGB controller
- Bentuk: Konektor L-shape 15-pin, tipis
- Tips: Jangan paksa masuk terbalik — pin plastik bisa patah
5. Molex 4-Pin (Legacy)
- Fungsi: Power untuk perangkat lama, beberapa fan, LED strip
- Status: Sudah jarang dipakai di build modern. Kalau bisa, hindari — molex terkenal sulit dicabut dan rawan kebakaran
Kabel Data
6. SATA Data Cable
- Fungsi: Transfer data antara motherboard dan SSD SATA/HDD
- Bentuk: Kabel tipis dengan konektor L-shape kecil (7-pin)
- Speed: SATA III = 6 Gbps (~550 MB/s real-world max)
- Tips: Biasanya sudah include di box motherboard (2 pcs). Beli tambahan kalau butuh lebih
7. NVMe M.2 — Tanpa Kabel!
SSD NVMe M.2 langsung colok ke slot M.2 di motherboard — nggak butuh kabel power maupun data. Ini salah satu keunggulan NVMe: lebih simpel dan lebih cepat (PCIe 4.0 = 7000 MB/s).
Kabel Front Panel
8. Front Panel Connectors (Power SW, Reset SW, HDD LED, Power LED)
- Fungsi: Menghubungkan tombol power, reset, dan LED indikator casing ke motherboard
- Bentuk: Kabel-kabel kecil terpisah — ini yang paling bikin frustasi saat rakit PC pertama kali!
- Tips: Lihat manual motherboard untuk urutan pin. Atau pakai adapter front panel (biasanya include di box ASUS/MSI motherboard baru)
9. USB 2.0 Header (9-pin)
- Fungsi: USB 2.0 port di depan casing
- Tips: Ada 1 pin yang di-block sebagai guide — jangan paksa kalau nggak mau masuk
10. USB 3.0 Header (19-pin)
- Fungsi: USB 3.0 port (biru) di depan casing
- Bentuk: Konektor besar 19-pin biru — notoriously SULIT dicolok dan dicabut
- Tips: Masukkan lurus, jangan miring. Kalau miring = pin bisa bengkok
11. USB-C Header (20-pin)
- Fungsi: USB-C port di depan casing
- Catatan: Butuh motherboard yang punya USB-C internal header. Budget motherboard kadang nggak punya
12. HD Audio Header
- Fungsi: Jack audio 3.5mm di depan casing (headphone + mic)
- Lokasi header: Biasanya di pojok kiri bawah motherboard
Kabel Fan & RGB
13. Fan Connector (3-pin & 4-pin PWM)
- 3-pin: Kecepatan diatur via voltage — less precise
- 4-pin PWM: Kecepatan diatur via PWM signal — lebih presisi, lebih senyap
- Lokasi header: Tersebar di motherboard (CPU_FAN, SYS_FAN1, SYS_FAN2, dll)
- Tips: CPU cooler WAJIB ke header CPU_FAN. Kalau di SYS_FAN, BIOS bisa kasih warning "CPU Fan Error"
14. ARGB Header (3-pin 5V) vs RGB Header (4-pin 12V)
- ARGB 3-pin (5V): Addressable — setiap LED bisa warna berbeda. Standard modern
- RGB 4-pin (12V): Non-addressable — semua LED satu warna. Sudah jarang
- PERINGATAN: JANGAN colok ARGB (5V) ke header RGB (12V) atau sebaliknya — bisa merusak LED strip permanen
Tips Cable Management
7 Tips Cable Management Pro
- Route kabel di belakang motherboard tray — gunakan lubang routing yang disediakan casing
- Pasang kabel terpanjang dulu (ATX 24-pin), lalu yang lebih pendek
- Grup kabel yang searah dan ikat dengan velcro ties (jangan cable ties plastik — susah dilepas kalau mau ubah)
- Sembunyikan kabel excess di PSU shroud — ini fungsi utama PSU shroud
- PSU modular = lebih rapi — hanya colok kabel yang dibutuhkan
- Custom cables (opsional): Cable extension sleeves Rp 100-300rb bisa bikin interior PC terlihat premium
- Cek airflow setelah cable management — pastikan kabel nggak menghalangi fan intake/exhaust
Kesimpulan
Setiap kabel di PC punya fungsi spesifik. Dengan memahami jenis dan fungsinya, kamu bisa rakit PC dengan lebih percaya diri dan menghindari kesalahan yang bisa merusak komponen. Kalau ragu, selalu cek manual motherboard dan PSU!
Butuh bantuan cable management atau bingung pasang kabel? Bawa ke COC Komputer — kami rapikan semua kabel PC kamu! 🔌