Cara Cek Kesehatan SSD: Panduan Lengkap Monitoring & Maintenance

Jangan Tunggu SSD Mati — Pantau Kesehatannya Sekarang!

28 Januari 2026 | 14 menit baca | Oleh: Ahmad

SSD NVMe close-up

SSD memang lebih reliable dari HDD — tidak ada komponen bergerak, lebih tahan goncangan, dan umumnya punya umur pakai yang panjang. Tapi SSD bukan abadi. Setiap NAND flash cell punya batas write cycles, dan seiring waktu, SSD kamu pasti akan degradasi.

Pertanyaannya bukan "apakah SSD akan rusak?" — tapi "kapan?" Dan yang lebih penting: apakah kamu sudah backup sebelum itu terjadi?

Di COC Komputer, kami sering kedatangan customer dengan keluhan "SSD tiba-tiba nggak kedetect" atau "Windows sering freeze lalu blue screen." Kebanyakan kasusnya bisa dicegah kalau mereka rutin monitoring kesehatan SSD.

Memahami Umur SSD: TBW dan DWPD

TBW (Terabytes Written)

TBW adalah total data yang bisa ditulis ke SSD sebelum NAND flash cells mulai gagal secara signifikan. Ini adalah metrik utama untuk mengukur sisa umur SSD.

Konteks: User biasa menulis sekitar 10-30 TB per tahun. Artinya SSD 500GB dengan 300 TBW bisa bertahan 10-30 tahun dalam penggunaan normal. Tapi kalau kamu sering video editing, download besar, atau mining crypto — bisa jauh lebih cepat.

DWPD (Drive Writes Per Day)

DWPD menunjukkan berapa kali seluruh kapasitas SSD bisa ditulis ulang per hari selama masa garansi. Metrik ini lebih umum di SSD enterprise:

Tool #1: CrystalDiskInfo (Gratis & Powerful)

CrystalDiskInfo adalah tool monitoring SSD paling populer. Gratis, ringan, dan bisa membaca data S.M.A.R.T langsung dari drive.

Cara Pakai:

  1. Download dari crystalmark.info (pilih Standard Edition)
  2. Install dan jalankan — akan langsung detect semua drive
  3. Perhatikan Health Status di pojok kiri atas

Arti Status Kesehatan:

Parameter S.M.A.R.T Kritis untuk SSD:

  • 05 - Reallocated Sectors Count: Jumlah bad sector yang sudah di-remap. Kalau naik terus = SSD mulai degradasi
  • 09 - Power-On Hours: Total jam SSD menyala. Informatif, tapi bukan indikator langsung
  • AB - Program Fail Count: Berapa kali flash programming gagal. Harus 0 atau rendah
  • AC - Erase Fail Count: Berapa kali erase operation gagal. Harus 0
  • B1 - Wear Leveling Count: Persentase sisa life. 100 = baru, 0 = habis
  • BB - Uncorrectable Error Count: Error yang nggak bisa di-fix oleh ECC. Harus 0
  • F1 - Total LBAs Written: Total data yang sudah ditulis (bisa dikonversi ke TB)

Tool #2: Samsung Magician (Khusus Samsung SSD)

Kalau kamu pakai Samsung SSD (860 EVO, 870 EVO, 970/980/990 series), Samsung Magician adalah tool resmi yang paling informatif:

Tool #3: Manufacturer-Specific Tools

Tanda-Tanda SSD Mulai Bermasalah

Selain monitoring proaktif, perhatikan gejala berikut:

  1. Read/Write Speed Turun Drastis: SSD yang tadinya 500 MB/s jadi cuma 100 MB/s? Bisa karena overheating, firmware bug, atau degradasi NAND
  2. Windows Freeze Sementara (Micro-stuttering): Sistem pause 2-5 detik lalu normal lagi. Ini sering karena SSD struggling untuk baca sector tertentu
  3. File Corruption: File yang disimpan tiba-tiba rusak atau nggak bisa dibuka — terutama kalau terjadi di multiple file
  4. Blue Screen of Death (BSOD) Berulang: Khususnya error KERNEL_DATA_INPAGE_ERROR atau PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA
  5. SSD Jadi Read-Only: Beberapa SSD masuk "read-only mode" sebagai self-protection saat NAND hampir habis. Kamu masih bisa baca data tapi nggak bisa tulis
  6. Boot Time Meningkat: Kalau Windows boot yang tadinya 10 detik jadi 30-60 detik, bisa jadi SSD degradasi

Pengalaman dari Toko

Salah satu customer kami datang dengan laptop yang "tiba-tiba jadi super lemot." Setelah cek CrystalDiskInfo, ternyata SSD-nya sudah status Caution dengan Reallocated Sectors naik ke 38. Untungnya, kami sempat clone data ke SSD baru sebelum SSD lama benar-benar mati 2 hari kemudian. Kalau nggak di-backup tepat waktu, semua data skripsi dan foto keluarganya hilang.

SSD SATA vs NVMe: Perbedaan Monitoring

Secara umum, tools yang sama (CrystalDiskInfo) bisa baca kedua jenis SSD. Tapi ada beberapa perbedaan:

Tips Memperpanjang Umur SSD

  1. Jangan isi penuh: Sisakan minimal 10-20% free space. SSD butuh space kosong untuk wear leveling, garbage collection, dan over-provisioning
  2. Enable TRIM: Pastikan TRIM aktif (default di Windows 10/11). Cek via Command Prompt: fsutil behavior query DisableDeleteNotify — hasilnya harus 0 (TRIM aktif)
  3. Jangan defrag SSD: Defragmentasi hanya untuk HDD! SSD nggak perlu defrag dan justeru mengurangi write cycles. Windows 10/11 otomatis skip defrag untuk SSD
  4. Update firmware: Manufacturer sering release firmware update yang memperbaiki bug dan meningkatkan efisiensi write
  5. Hindari suhu ekstrem: SSD optimal di 25-45°C. NVMe yang overheating akan thermal throttle dan bisa mempercepat degradasi NAND
  6. Aktifkan Over-Provisioning: Samsung Magician punya fitur ini. Mengalokasikan ~10% space sebagai reserve meningkatkan endurance dan performa
  7. Matikan hibernation (opsional): Hibernation menulis entire RAM content ke SSD setiap kali. Kalau RAM kamu 32GB, itu 32GB write setiap hibernate. Disable: powercfg -h off

Kapan Harus Ganti SSD?

Ganti SSD SEKARANG Kalau:

  • CrystalDiskInfo menunjukkan status Bad
  • Reallocated Sectors Count terus naik setiap minggu
  • Percentage Used sudah >95%
  • Available Spare sudah <5%
  • Frequent BSOD yang terkait storage
  • SSD masuk read-only mode

Mulai Planning Penggantian Kalau:

  • CrystalDiskInfo menunjukkan status Caution
  • Percentage Used sudah >80%
  • SSD sudah berumur >5 tahun dengan penggunaan intensif
  • Speed benchmark menunjukkan penurunan signifikan
  • Garansi sudah habis dan TBW mendekati batas

Jadwal Monitoring yang Direkomendasikan

Checklist Monitoring SSD

  • Bulanan: Buka CrystalDiskInfo, cek Health Status, catat temperature
  • 3 Bulanan: Run speed benchmark (CrystalDiskMark), bandingkan dengan baseline
  • 6 Bulanan: Cek Total Host Writes, hitung persentase TBW yang sudah terpakai
  • Tahunan: Update firmware, review kondisi keseluruhan, pertimbangkan apakah perlu upgrade

Kesimpulan

SSD modern sangat reliable — tapi bukan berarti bisa diabaikan. Dengan monitoring rutin menggunakan tools gratis seperti CrystalDiskInfo, kamu bisa mendeteksi masalah sebelum data hilang. Yang paling penting: selalu punya backup! SSD bisa gagal tanpa peringatan, dan data yang hilang nggak bisa dikembalikan.

Butuh bantuan cek kesehatan SSD atau mau upgrade? Bawa ke COC Komputer — kami bisa diagnosa, clone data, dan pasang SSD baru dalam waktu singkat! ⚡