Cara Partisi Hard Disk & SSD di Windows: Panduan Lengkap

Organisasi Drive untuk Keamanan Data dan Efisiensi

15 November 2025 | 11 menit baca | Oleh: Ahmad

Partisi adalah membagi satu drive fisik menjadi beberapa "bagian" logical yang masing-masing punya drive letter sendiri (C:, D:, E:, dll). Kenapa perlu partisi? Karena kalau Windows crash dan harus reinstall, data di partisi D: dan E: tetap aman — hanya C: yang di-format.

Kenapa Perlu Partisi?

GPT vs MBR: Format Partisi

MBR (Master Boot Record) — Legacy

GPT (GUID Partition Table) — Modern

Tips: Cek format drive kamu: klik kanan drive di Disk Management → Properties → Volumes tab → lihat "Partition style".

Cara Partisi dengan Disk Management (Bawaan Windows)

Buka Disk Management:

  1. Klik kanan Start Menu → pilih "Disk Management"
  2. Atau tekan Win+R → ketik diskmgmt.msc → Enter

Shrink Volume (Perkecil Partisi Existing)

  1. Klik kanan partisi yang mau diperkecil (contoh: C:)
  2. Pilih "Shrink Volume..."
  3. Masukkan ukuran yang mau dikurangi (dalam MB). Contoh: 100000 MB = ~100GB
  4. Klik "Shrink"
  5. Sekarang ada area "Unallocated" — ini space untuk partisi baru

Create New Partition

  1. Klik kanan area "Unallocated"
  2. Pilih "New Simple Volume..."
  3. Next → tentukan ukuran → Next
  4. Pilih drive letter (D:, E:, dll) → Next
  5. Format: NTFS, Allocation unit size: Default, beri label (nama) → Next
  6. Finish → partisi baru siap dipakai!

Extend Volume (Perbesar Partisi)

  1. Klik kanan partisi yang mau diperbesar
  2. Pilih "Extend Volume..."
  3. Pilih unallocated space yang berdekatan di sebelah kanan
  4. Tentukan ukuran → Finish

Limitasi Disk Management:

  • Hanya bisa extend ke unallocated space yang bersebelahan di sebelah kanan
  • Nggak bisa merge dua partisi langsung
  • Nggak bisa pindah partisi (move)
  • Untuk fitur lebih advanced, gunakan third-party tool

Tool Partisi Third-Party (Lebih Powerful)

Rekomendasi Tool Gratis

  • MiniTool Partition Wizard Free: ⭐⭐⭐⭐⭐ — Merge, move, resize, convert GPT/MBR, clone disk. Rekomendasi #1
  • EaseUS Partition Master Free: ⭐⭐⭐⭐ — Fitur mirip, UI user-friendly
  • AOMEI Partition Assistant: ⭐⭐⭐⭐ — Core features gratis, solid
  • GParted (Linux): ⭐⭐⭐⭐⭐ — Boot dari USB, open source, powerful. Tapi butuh pengetahuan Linux

Rekomendasi Struktur Partisi

SSD 512GB (Satu Drive)

SSD 256GB + HDD 1TB (Dual Drive — Rekomendasi!)

SSD 1TB + SSD 2TB (Enthusiast)

FAQ Partisi

Apakah partisi bisa dihapus?

Ya! Klik kanan partisi → Delete Volume. SEMUA DATA DI PARTISI TERSEBUT AKAN HILANG. Backup dulu!

Apakah partisi SSD mengurangi performa?

Nggak. Untuk SSD, nggak ada perbedaan performa antara 1 partisi atau 4 partisi. Semua akses sama cepatnya karena NMD flash nggak punya "outer/inner track" seperti HDD.

Bisakah konversi MBR ke GPT tanpa format?

Ya! Pakai mbr2gpt command di Windows, atau MiniTool Partition Wizard. Tapi backup dulu sebelum konversi — just in case.

Kesimpulan

Partisi yang baik = data lebih aman dan terorganisir. Minimal pisahkan C: (OS) dan D: (data). Pakai GPT untuk drive baru, dan Disk Management sudah cukup untuk kebanyakan tugas partisi dasar.

Butuh bantuan partisi atau mau reorganisasi drive? Tim COC Komputer siap bantu tanpa risiko kehilangan data! 💾