Panduan Lengkap BIOS/UEFI: Setting, Update, dan Troubleshoot

"Jantung" PC yang Jarang Disentuh — Tapi Sangat Penting!

1 Desember 2025 | 14 menit baca | Oleh: Ahmad

BIOS (Basic Input/Output System) atau UEFI (versi modern) adalah software pertama yang jalan saat PC dinyalakan — sebelum Windows pun load. BIOS mengontrol hardware dasar: boot order, RAM speed, fan, dan CPU settings. Kebanyakan user nggak pernah masuk BIOS, padahal ada setting yang bisa meningkatkan performa signifikan.

BIOS vs UEFI

Cara Masuk BIOS

Metode 1: Tombol Saat Booting

Restart PC → tekan tombol berulang-ulang SEBELUM logo Windows muncul:

Metode 2: Dari Windows (Lebih Mudah)

  1. Settings → System → Recovery
  2. Advanced startup → Restart now
  3. Troubleshoot → Advanced options → UEFI Firmware Settings
  4. Klik Restart — langsung masuk BIOS

Setting BIOS Penting

1. ⭐ XMP/EXPO (RAM Speed)

Ini setting yang PALING sering terlewat dan salah satu yang paling impactful:

Cek sekarang! Buka Task Manager → Performance → Memory → lihat "Speed". Kalau tertulis 2133 MHz tapi RAM kamu rated 3200 MHz, XMP belum di-enable!

2. Boot Order

3. Secure Boot

4. Fan Curve

5. Virtualization (VT-x / AMD-V)

6. TPM 2.0

Cara Update BIOS

PERINGATAN

  • BIOS update yang gagal bisa brick motherboard (nggak bisa boot sama sekali)
  • JANGAN update BIOS kalau nggak ada masalah — "if it ain't broke, don't fix it"
  • Update BIOS hanya kalau: butuh support CPU baru, ada bug fix penting, atau fitur yang dibutuhkan

Step-by-Step Update BIOS

  1. Identifikasi motherboard: Win+R → msinfo32 → lihat "BaseBoard Manufacturer" dan "BaseBoard Product"
  2. Download BIOS terbaru dari website resmi manufacturer (ASUS, MSI, Gigabyte, ASRock) — JANGAN dari situs lain
  3. Extract file BIOS ke USB flash drive (format FAT32)
  4. Masuk BIOS → cari "EZ Flash" (ASUS), "M-Flash" (MSI), "Q-Flash" (Gigabyte), atau "Instant Flash" (ASRock)
  5. Pilih file BIOS dari USB → konfirmasi update
  6. JANGAN matikan PC atau cabut listrik selama proses! Bisa memakan 2-5 menit
  7. PC akan restart → masuk BIOS → Load Optimized Defaults → re-enable XMP dan setting lainnya

Reset BIOS ke Default

Kalau PC nggak bisa boot setelah ubah BIOS setting:

Metode 1: Reset dari BIOS

Metode 2: Clear CMOS (Hardware Reset)

  1. Matikan PC, cabut kabel power
  2. Buka case → cari baterai CMOS (baterai bulat CR2032) di motherboard
  3. Cabut baterai → tunggu 30 detik → pasang kembali
  4. Atau: cari jumper "CLRTC" / "CLR_CMOS" → pindahkan posisi selama 10 detik → kembalikan
  5. Nyalakan PC → BIOS kembali ke default

Troubleshoot BIOS Issues

PC Nggak Mau Boot Setelah Ubah Setting

USB Bootable Nggak Terdeteksi

PC Boot Loop (restart terus)

Kesimpulan

Untuk kebanyakan user, enable XMP/EXPO saja sudah worth it — performa naik signifikan tanpa biaya tambahan. Sisanya, jangan terlalu sering otak-atik BIOS kecuali tahu apa yang dilakukan. Dan yang paling penting: jangan update BIOS tanpa alasan yang jelas.

PC nggak bisa boot setelah BIOS setting? Bawa ke COC Komputer — kami bisa recovery! ⚡