Tips Hemat Listrik PC Gaming: Kurangi Tagihan Tanpa Kurangi FPS

PC Gaming Nggak Harus Bikin Tagihan Listrik Meledak

5 Januari 2026 | 11 menit baca | Oleh: Ahmad

PC gaming modern bisa konsumsi 300-800 Watt saat gaming full load. Kalau gaming 4-6 jam sehari, tagihan listrik bisa naik Rp 100-300rb per bulan hanya dari PC saja. Tapi ada banyak cara untuk mengurangi konsumsi tanpa mengorbankan performa gaming.

Berapa Watt PC Kamu Konsumsi?

Estimasi Konsumsi per Komponen:

Cara Hitung Biaya Listrik PC:

Rumus:

Biaya per bulan = (Watt × Jam/hari × 30 hari × Harga kWh) ÷ 1000

Contoh: PC 400W gaming 5 jam/hari, tarif Rp 1.445/kWh (R1 2200VA):

(400 × 5 × 30 × 1.445) ÷ 1000 = Rp 86.700/bulan

Tambah monitor 30W idle 10 jam/hari: + Rp 13.005/bulan

Totalnya sekitar Rp 100.000/bulan — belum termasuk saat idle browsing (~150W).

Untuk angka akurat, beli watt meter / power meter (Rp 50-150rb di marketplace) dan colokkan antara PSU dan stop kontak.

10 Tips Hemat Listrik PC Gaming

1. Undervolting GPU (Paling Efektif!)

Undervolting = mengurangi voltage GPU tanpa mengurangi clock speed. Hasilnya: konsumsi turun 30-80W, suhu turun 5-15°C, dan FPS tetap sama (atau bahkan naik karena nggak thermal throttle!).

Cara: MSI Afterburner → Voltage/Frequency Curve Editor (Ctrl+F) → Drag curve down. Banyak tutorial YouTube per GPU model.

2. Frame Rate Cap / V-Sync

Kalau monitor 60Hz, GPU render 200 FPS itu buang-buang listrik (dan panas). Cap FPS di angka yang sesuai monitor: 60, 75, 144, atau 165 FPS. GPU nggak perlu kerja full load = hemat watt.

3. Windows Power Plan: Balanced (Bukan High Performance!)

High Performance bikin CPU jalan di clock tinggi terus walaupun idle. Balanced power plan otomatis turunkan clock saat idle = hemat listrik saat nggak gaming. Performa gaming sama saja.

4. Matikan PC Saat Nggak Dipakai

Kedengarannya obvious, tapi banyak yang biarkan PC nyala "standby" 24/7. PC idle masih konsumsi 80-150W. Kalau 18 jam idle per hari:

(100W × 18 jam × 30 hari × Rp 1.445) ÷ 1000 = Rp 78.000/bulan hanya saat idle!

5. Disable RGB yang Nggak Perlu

Full RGB setup (fan, strip, RAM, GPU, motherboard) bisa konsumsi 10-30W total. Nggak signifikan sendiri, tapi kalau dikombinasi dengan tips lain, bisa hemat.

6. Pakai SSD, Bukan HDD

SSD konsumsi 2-5W vs HDD 6-10W. Kalau punya 2-3 HDD, ganti ke SSD bisa hemat 15-25W. Bonus: PC jauh lebih cepat.

7. Monitor: Turunkan Brightness

Monitor dengan brightness 100% bisa konsumsi 2x lipat dari brightness 50%. Sesuaikan brightness dengan pencahayaan ruangan — mata juga lebih nyaman.

8. PSU 80+ Rated

PSU 80+ Bronze/Gold/Platinum lebih efisien dalam konversi AC ke DC:

Upgrade dari PSU noname ke 80+ Gold bisa hemat 10-20% konsumsi listrik keseluruhan.

9. Disable Wake-on-LAN dan Boot Cepat

Wake-on-LAN bikin network card tetap aktif saat PC shutdown = konsumsi "phantom power" 2-5W terus-menerus. Disable di BIOS kalau nggak butuh.

10. Pilih Komponen Efisien Saat Upgrade

GPU generasi baru umumnya lebih efisien. RTX 4060 (115W) memberikan performa mirip RTX 3070 (220W) — separuh konsumsi listrik. Pertimbangkan efisiensi saat upgrade berikutnya.

Perbandingan Konsumsi Listrik per Tier PC

Estimasi Biaya Listrik/Bulan (5 jam gaming/hari)

  • PC Kantor (100W): ~Rp 21.675/bulan
  • PC Gaming Budget (250W): ~Rp 54.187/bulan
  • PC Gaming Mid (400W): ~Rp 86.700/bulan
  • PC Gaming High-end (600W): ~Rp 130.050/bulan
  • PC Gaming Ultra (800W+): ~Rp 173.400/bulan

*Tarif listrik R1 2200VA = Rp 1.445/kWh

Tool untuk Monitor Konsumsi

Kesimpulan

Dengan kombinasi undervolting, frame cap, dan power plan yang tepat, kamu bisa hemat 20-40% konsumsi listrik tanpa kehilangan performa gaming yang signifikan. Undervolting saja bisa save Rp 20-40rb/bulan. Kalikan setahun = Rp 240-480rb saved — cukup buat beli game baru! ⚡

Butuh bantuan undervolting atau mau switch ke PSU yang lebih efisien? Mampir ke COC Komputer!