Cara Cek Spesifikasi Game di Steam Sebelum Beli, Biar Tidak Nyesel
Cara cek spesifikasi game di Steam sebelum beli dan membandingkannya dengan spek PC-mu, supaya tidak salah beli game yang tidak bisa dimainkan.
Pernah nggak kamu beli game di Steam, semangat download puluhan GB, eh pas dibuka malah tidak jalan atau patah-patah parah? Rasanya nyesek, apalagi kalau kuota dan waktu sudah habis buat download.
Padahal, kejadian seperti ini sebenarnya bisa dicegah. Steam sudah menampilkan spesifikasi yang dibutuhkan tiap game, tinggal kamu tahu cara membacanya dan membandingkannya dengan spek PC-mu. Artikel ini akan bahas itu dari awal sampai akhir, termasuk kesalahan yang paling sering dilakukan, dan apa yang harus kamu lakukan kalau spekmu ternyata mepet.
Kenapa Banyak Orang Skip Bagian Ini?
Ada tiga alasan utama kenapa bagian spesifikasi sering dilewatkan.
Pertama, halaman Steam itu panjang, dan bagian spesifikasi biasanya ada di bawah, jadi gampang terlewat. Banyak orang langsung melihat trailer, screenshot, dan harga, lalu klik beli, tanpa scroll sampai bawah. Padahal, informasi yang paling menentukan apakah game bisa dimainkan justru ada di bawah itu.
Kedua, istilah minimum dan recommended sering disalahartikan. Minimum itu artinya game bisa jalan, bukan game bisa jalan enak. Banyak yang mengira kalau speknya sudah di atas minimum, game pasti lancar. Padahal, minimum itu batas bawah, dan pengalaman main di batas bawah biasanya jauh dari nyaman.
Ketiga, banyak yang cuma lihat VGA, padahal prosesor, RAM, dan ruang penyimpanan juga menentukan. VGA memang penting, tapi game tidak cuma dijalankan oleh VGA. Prosesor mengatur logika game, RAM menampung data yang sedang dipakai, dan penyimpanan menentukan seberapa cepat data bisa dimuat. Kalau satu saja dari ketiganya tertinggal jauh, game tetap bisa tersendat.
Ada alasan keempat yang juga sering terjadi: terlalu percaya pada diskon. Saat game diskon besar, rasanya sayang kalau tidak dibeli sekarang. Padahal, diskon akan datang lagi, sementara rasa nyesel karena game tidak bisa dimainkan itu lebih mahal, baik dari sisi waktu maupun kuota.
Cara Cek Spesifikasi Game di Steam, Langkah demi Langkah
Ikuti langkah ini secara berurutan, supaya tidak ada yang terlewat.
Pertama, buka halaman game di Steam. Cari game yang kamu incar, lalu scroll ke bawah sampai ketemu bagian System Requirements. Di situ ada dua kolom, Minimum dan Recommended. Di beberapa game, ada juga kolom untuk sistem operasi lain, misalnya Windows, Mac, dan Linux, dengan spesifikasi yang beda-beda. Pastikan kamu membaca kolom yang sesuai dengan sistem operasi yang kamu pakai.
Kedua, baca kolom Minimum dulu. Ini spek paling rendah supaya game bisa dibuka dan dimainkan, biasanya di setting rendah dan FPS pas-pasan. Kalau spek PC-mu di bawah kolom ini, sebaiknya jangan beli dulu. Bukan berarti game pasti tidak bisa dibuka sama sekali, tapi kemungkinan besar pengalaman mainnya akan sangat buruk, dan kamu akan menghabiskan waktu buat troubleshooting daripada main.
Ketiga, baca kolom Recommended. Ini spek yang disarankan supaya game bisa dimainkan dengan nyaman, biasanya di setting medium sampai high. Kalau spekmu mendekati kolom ini, game kemungkinan besar akan enak dimainkan. Kalau spekmu sudah di atas kolom ini, kamu bisa lebih tenang, tapi tetap perlu memperhatikan catatan tambahan seperti kebutuhan SSD atau koneksi internet.
Keempat, bandingkan satu per satu. Cocokkan prosesor, VGA, RAM, dan DirectX. Jangan cuma lihat satu komponen. Misalnya VGA-mu sudah bagus, tapi RAM cuma 8GB sementara game minta 16GB, game tetap bisa tersendat. Atau prosesormu sudah bagus, tapi VGA-mu jauh di bawah minimum, maka game akan berat di sisi grafis. Buat tabel kecil di kepala atau di catatan: prosesor, VGA, RAM, penyimpanan, dan DirectX, lalu centang satu per satu.
Kelima, cek ruang penyimpanan dan catatan tambahan. Perhatikan kolom Storage, apalagi kalau game minta SSD. Game zaman sekarang yang dipasang di HDD lama sering loading-nya lama banget, walau spek lain sudah cukup. Perhatikan juga catatan seperti butuh koneksi internet, butuh akun tambahan, atau butuh launcher pihak ketiga. Catatan seperti ini sering ada di bagian bawah spesifikasi atau di deskripsi game, dan kalau dilewatkan, kamu bisa kaget saat pertama kali membuka game.
Keenam, cek spek PC-mu sendiri. Tekan Windows + R, ketik dxdiag, lalu Enter. Di situ kamu bisa lihat prosesor, RAM, dan VGA-mu. Untuk info yang lebih lengkap, kamu bisa membuka Settings, lalu System, lalu About, buat melihat prosesor dan RAM, dan membuka Device Manager atau aplikasi VGA-mu buat melihat detail VGA. Bandingkan angka itu dengan yang tertulis di halaman Steam, satu per satu, jangan cuma mengandalkan ingatan.
Ketujuh, cek juga versi Windows dan DirectX-mu. Beberapa game baru membutuhkan Windows 10 atau 11 versi tertentu, atau DirectX versi tertentu. Kalau Windows-mu sudah lama tidak diupdate, game bisa menolak dibuka walau hardware-mu sudah cukup. Update Windows ke versi yang didukung sebelum menyalahkan hardware.
Cara Membaca Spesifikasi Supaya Tidak Salah Paham
Spesifikasi di Steam itu ringkas, jadi perlu dibaca dengan teliti.
Prosesor biasanya ditulis dengan nama model, misalnya seri dan generasinya. Jangan cuma melihat mereknya. Prosesor dari merek yang sama tapi generasi beda bisa punya performa yang jauh berbeda. Kalau prosesormu satu atau dua generasi di bawah yang tertulis di kolom Minimum, kemungkinan besar game akan berat di sisi prosesor, terutama di game yang banyak karakternya atau dunianya luas.
VGA juga sama. Jangan cuma melihat angka serinya. VGA laptop dan VGA desktop dengan nama yang mirip bisa punya performa yang berbeda, karena VGA laptop biasanya dibatasi daya dan suhunya. Kalau kamu main di laptop, cari tahu dulu apakah VGA-mu versi laptop atau desktop, dan bandingkan dengan yang tertulis di Steam dengan hati-hati.
RAM adalah angka yang paling gampang dibandingkan, tapi juga paling sering diremehkan. Kalau game minta 16GB dan kamu cuma punya 8GB, jangan berharap game jalan lancar cuma karena VGA-mu bagus. RAM yang kurang bikin game sering stutter, karena sistem harus bolak-balik memuat data dari penyimpanan yang jauh lebih lambat.
Penyimpanan bukan cuma soal cukup atau tidak. Jenis penyimpanan juga penting. SSD jauh lebih cepat daripada HDD dalam memuat data game. Kalau game minta SSD, dan kamu memasangnya di HDD, loading akan lama dan stutter saat pindah area bisa muncul. Kalau kamu cuma punya HDD, pertimbangkan apakah game itu memang harus dimainkan sekarang, atau lebih baik menunggu sampai kamu punya SSD.
DirectX dan sistem operasi juga jangan dilewatkan. Kalau game minta DirectX 12 dan VGA-mu cuma mendukung DirectX 11, game bisa tidak jalan sama sekali, walau komponen lain sudah cukup. Cek dukungan DirectX VGA-mu di dxdiag, di bagian Display.
Terakhir, perhatikan apakah spesifikasi itu untuk resolusi dan setting tertentu. Beberapa game menuliskan di catatan kalau spesifikasi Recommended itu untuk 1080p di setting tertentu. Kalau kamu main di resolusi lebih tinggi, kebutuhan hardware-nya tentu lebih besar. Jangan menganggap spesifikasi Recommended otomatis berlaku buat semua resolusi.
Kalau Spekmu Ada di Antara Minimum dan Recommended
Ini posisi yang paling sering dialami, dan juga paling membingungkan. Spekmu tidak di bawah minimum, tapi juga belum sampai recommended. Apa yang harus dilakukan?
Pertama, jangan panik. Posisi ini masih bisa dimainkan, asalkan kamu menyesuaikan ekspektasi dan setting. Turunkan setting grafis ke Medium atau Low, dan aktifkan DLSS atau FSR kalau game-nya mendukung. Biasanya itu sudah cukup buat membuat game nyaman dimainkan.
Kedua, prioritaskan setting yang paling berpengaruh. Turunkan resolusi atau render scale sedikit, matikan ray tracing, dan turunkan bayangan. Tiga hal ini sering memberi peningkatan FPS yang besar tanpa merusak pengalaman main.
Ketiga, tutup aplikasi latar sebelum main. Kalau RAM-mu mepet, aplikasi latar seperti browser dengan banyak tab bisa membuat perbedaan besar. Tutup yang tidak perlu, dan biarkan RAM-mu fokus ke game.
Keempat, mainkan dulu beberapa menit di area yang ramai, bukan cuma di menu atau area sepi. Kalau di area ramai game masih lancar, kemungkinan besar game itu memang bisa dimainkan di PC-mu. Kalau di area ramai sudah sangat berat, kamu tahu setting mana yang perlu diturunkan lagi.
Kelima, pertimbangkan refund kalau ternyata tetap tidak nyaman. Manfaatkan kebijakan refund Steam kalau terlanjur beli dan game tidak jalan. Umumnya, refund bisa diajukan kalau waktu main di bawah 2 jam dan pembelian belum lewat 14 hari, tapi tetap cek ketentuan yang berlaku saat itu, karena ketentuan bisa berubah dan ada pengecualian tertentu. Jangan memainkan game berjam-jam dulu baru mengajukan refund, karena waktu main itu yang dihitung.
Kesalahan Umum Saat Cek Spesifikasi
Kesalahan pertama, cuma melihat VGA. Ini kesalahan yang paling sering. Game modern butuh keseimbangan. VGA bagus dengan prosesor dan RAM yang tertinggal tetap akan bermasalah, begitu juga sebaliknya.
Kesalahan kedua, menganggap minimum sama dengan nyaman. Minimum itu batas bisa jalan, bukan batas nyaman. Kalau kamu membeli game dengan harapan main nyaman padahal spekmu cuma pas di minimum, kamu kemungkinan besar akan kecewa.
Kesalahan ketiga, tidak mengecek penyimpanan. Banyak yang fokus ke prosesor dan VGA, lalu lupa kalau game-nya butuh 100 GB lebih dan SSD. Akibatnya, download selesai tapi tidak ada tempat buat instal, atau instal di HDD dan loading-nya sangat lama.
Kesalahan keempat, mengandalkan ingatan soal spek PC sendiri. Banyak orang mengira-ngira spek PC-nya, padahal ingatannya sudah ketinggalan, misalnya RAM sudah ditambah atau VGA sudah diganti tapi lupa. Selalu cek dengan dxdiag atau Settings sebelum membandingkan, supaya perbandingannya akurat.
Kesalahan kelima, tidak membaca ulasan pemain lain. Angka di tabel spesifikasi itu gambaran umum, bukan jaminan. Ulasan pemain lain dengan spek mirip sering memberi gambaran yang lebih nyata, termasuk FPS yang didapat dan masalah yang muncul. Di forum Steam atau ulasan game, sering ada yang menulis spek PC-nya dan FPS yang didapat, dan itu sangat membantu.
Kesalahan keenam, membeli game cuma karena diskon besar, kalau spekmu jauh di bawah minimum. Diskon akan datang lagi, tapi rasa nyesel karena game tidak bisa dimainkan itu lebih mahal. Lebih baik menunggu sampai PC-mu sudah memadai, atau membeli game lain yang memang sesuai spekmu.
Kesalahan ketujuh, mengabaikan kebutuhan tambahan. Beberapa game butuh koneksi internet terus-menerus, akun pihak ketiga, atau launcher tambahan. Kalau kamu main di tempat dengan internet terbatas, atau tidak mau membuat akun tambahan, game seperti itu bisa jadi tidak cocok, walau speknya sudah cukup.
Contoh Kasus: Tiga Pembeli, Tiga Hasil
Bayangkan tiga orang membeli game yang sama.
Orang pertama mengecek spesifikasi dengan teliti, membandingkan satu per satu, dan menemukan speknya sudah di atas Recommended. Dia download, main, dan lancar tanpa masalah. Tidak ada kejutan, karena dia sudah tahu apa yang diharapkan.
Orang kedua cuma melihat VGA-nya yang bagus, lalu membeli tanpa mengecek RAM dan penyimpanan. Ternyata RAM-nya cuma 8GB sementara game minta 16GB, dan game dipasang di HDD lama. Hasilnya, game sering stutter dan loading lama, padahal VGA-nya sudah bagus. Dia akhirnya harus menurunkan setting dan menutup semua aplikasi latar, baru game bisa dimainkan dengan cukup nyaman.
Orang ketiga membeli game saat diskon besar, tanpa mengecek spesifikasi sama sekali. Ternyata prosesornya jauh di bawah minimum, dan game tidak bisa dibuka. Dia mengajukan refund, tapi waktu mainnya sudah terlanjur lewat batas karena dia mencoba berbagai cara troubleshooting berjam-jam. Akhirnya, refund-nya tidak bisa diproses seperti yang dia harapkan, dan dia harus menunggu diskon berikutnya atau upgrade PC dulu.
Tiga contoh ini menunjukkan kalau lima menit buat mengecek spesifikasi bisa menghemat berjam-jam troubleshooting dan rasa kecewa.
Tips Tambahan Supaya Tidak Salah Beli
Lihat juga ulasan pemain lain dengan spek mirip. Cari ulasan yang menyebutkan prosesor, VGA, dan RAM-nya, lalu bandingkan dengan punyamu. Kalau banyak pemain dengan spek mirip mengeluhkan hal yang sama, kemungkinan besar kamu akan mengalami hal yang sama juga.
Cek video gameplay dari pemain dengan spek mirip, kalau ada. Video seperti itu memberi gambaran yang lebih nyata daripada trailer resmi, karena trailer resmi biasanya direkam di PC dengan spek sangat tinggi.
Manfaatkan wishlist dan tunggu diskon, tapi tetap cek spesifikasi sebelum membeli, walau harganya sudah turun. Diskon tidak mengubah kebutuhan hardware game itu.
Kalau kamu ragu, coba versi demo atau free weekend kalau tersedia. Beberapa game menyediakan demo atau masa coba gratis. Manfaatkan itu buat menguji apakah game jalan lancar di PC-mu, sebelum mengeluarkan uang.
Simpan catatan spek PC-mu di satu tempat yang gampang diakses, misalnya di catatan HP. Tulis prosesor, VGA, RAM, jenis penyimpanan, dan versi Windows-mu. Begitu ada game baru yang kamu incar, kamu tinggal membandingkan catatan itu dengan halaman Steam, tanpa harus membuka dxdiag setiap kali.
Terakhir, jangan malu bertanya di forum atau komunitas. Kalau kamu bingung apakah spekmu cukup, tanyakan dengan menyebutkan spek lengkapmu. Komunitas Steam dan forum game biasanya cukup membantu, asalkan kamu memberikan info yang lengkap, bukan cuma bilang PC-ku kok tidak jalan.
Tanya-Jawab yang Sering Ditanyakan
Apakah game bisa jalan kalau spekku sedikit di bawah minimum? Kadang bisa, tapi tidak dijamin, dan biasanya dengan setting terendah dan FPS yang tidak stabil. Kalau selisihnya kecil, masih layak dicoba, tapi kalau selisihnya besar, lebih baik jangan dipaksakan.
Apakah Recommended berarti game pasti lancar di setting Ultra? Tidak selalu. Recommended biasanya berarti nyaman di setting medium sampai high, bukan Ultra di semua game. Kalau kamu mau Ultra di resolusi tinggi, biasanya dibutuhkan spek di atas Recommended.
Apakah SSD wajib buat semua game baru? Tidak semua, tapi makin banyak game yang merekomendasikan atau bahkan mensyaratkan SSD. Kalau game yang kamu incar menulis SSD di kolom Recommended atau Minimum, anggap itu serius, karena loading dan stutter sangat dipengaruhi oleh kecepatan penyimpanan.
Apakah RAM bisa ditambah nanti kalau ternyata kurang? Di PC desktop, biasanya iya, selama slot RAM masih tersedia dan motherboard mendukung. Di laptop, tergantung modelnya, ada yang bisa ditambah dan ada yang sudah tersolder. Cek dulu sebelum membeli, supaya kamu tahu apakah upgrade RAM masih memungkinkan.
Apakah refund Steam selalu disetujui kalau game tidak jalan? Tidak selalu. Kebijakan umumnya adalah waktu main di bawah 2 jam dan pembelian belum lewat 14 hari, tapi tetap ada penilaian dari pihak Steam dan ketentuan yang berlaku saat itu. Jangan mengandalkan refund sebagai pengganti mengecek spesifikasi.
Sekarang, sebelum klik beli, luangkan waktu semenit buat scroll ke System Requirements. Semenit itu bisa menyelamatkanmu dari download puluhan GB yang ujung-ujungnya tidak bisa dimainkan. Cek minimum dan recommended, bandingkan satu per satu dengan spek PC-mu sendiri, perhatikan penyimpanan dan catatan tambahan, dan lihat ulasan pemain dengan spek mirip. Kalau semua sudah cocok, barulah beli dengan tenang. Kalau belum cocok, tidak apa-apa menunggu. Game yang bagus akan tetap bagus bulan depan, tapi uang dan waktu yang sudah terbuang karena salah beli tidak bisa kembali begitu saja.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)