Nagoshi Studio Resmi Ditutup, Gang of Dragon Terkatung-katung
Nagoshi Studio resmi dibubarkan setelah pemegang saham memutuskan pada 31 Oktober 2026, dan nasib Gang of Dragon, satu-satunya game yang diumumkan studio itu, masih belum jelas.
Pernah nggak kamu menunggu sebuah game bertahun-tahun, lalu tiba-tiba kabar yang datang justru soal studionya yang tutup? Bukan soal tanggal rilis yang mundur, bukan soal trailer baru, tapi soal perusahaan di balik game itu yang resmi dibubarkan. Rasanya seperti menunggu kiriman yang tidak pernah sampai, dan kamu baru tahu belakangan kalau tokonya sudah tutup.
Itulah yang terjadi pada Nagoshi Studio. Studio yang didirikan Toshihiro Nagoshi, kreator di balik seri Yakuza atau Like a Dragon, resmi diputuskan untuk dibubarkan. Dan satu-satunya game yang pernah mereka umumkan, Gang of Dragon, kini nasibnya belum jelas. Tidak ada pengumuman pembatalan resmi, tapi juga tidak ada kepastian kalau game itu akan selesai dan rilis.
Buat kamu yang mengikuti kabar game Jepang, ini bukan sekadar kabar studio tutup biasa. Ini soal salah satu nama terbesar di industri game Jepang, studio yang dinanti-nanti sejak pertama diumumkan, dan proyek ambisius yang tidak pernah sampai ke tangan pemain. Kita urutkan ceritanya dari awal.
Siapa Toshihiro Nagoshi dan Kenapa Studionya Dinanti
Kalau kamu pernah main Yakuza atau Like a Dragon, kamu pasti kenal gaya Toshihiro Nagoshi. Selama sekitar 30 tahun di Sega, Nagoshi jadi sosok sentral di balik seri yang menggabungkan drama kriminal Jepang, kota yang hidup, pertarungan jalanan, dan mini-game absurd yang justru jadi ciri khasnya. Yakuza bukan cuma soal berantem. Seri ini soal karakter, soal Kamurocho yang terasa nyata, dan soal cerita yang kadang serius, kadang kocak, tapi selalu membekas.
Karena itu, saat Nagoshi meninggalkan Sega dan mendirikan studio baru, banyak orang langsung pasang ekspektasi tinggi. Ini bukan developer sembarangan yang baru belajar membuat game. Ini kreator yang sudah membuktikan diri selama tiga dekade, yang sekarang bebas membuat sesuatu yang baru dari nol.
Nagoshi Studio diumumkan pada Januari 2022, dengan dana dari NetEase, perusahaan game besar asal Tiongkok. Kombinasi ini saja sudah menarik perhatian. Di satu sisi ada kreator legendaris dengan visi yang jelas. Di sisi lain ada pendanaan besar dari perusahaan yang serius ingin masuk lebih dalam ke pasar game konsol dan PC lewat studio Jepang.
Banyak penggemar membayangkan Nagoshi akan membuat game aksi dunia terbuka baru dengan cita rasa khasnya, tapi tanpa beban harus melanjutkan seri Yakuza. Harapannya, studio ini bisa jadi tempat lahirnya seri besar berikutnya. Sayangnya, harapan itu tidak pernah benar-benar terwujud dalam bentuk game yang bisa dimainkan.
Kronologi Singkat: Dari Janji Besar Sampai Pembubaran
Supaya tidak bingung, ini kronologi singkatnya.
Januari 2022, Nagoshi Studio resmi diumumkan. Toshihiro Nagoshi memimpin studio baru ini dengan dukungan dana NetEase. Sejak awal, studio ini diposisikan sebagai proyek besar, bukan sekadar tim kecil.
Lalu studio ini cukup lama diam. Tidak ada game yang dirilis. Tidak ada pengumuman besar selama bertahun-tahun. Buat penggemar, masa menunggu ini memang terasa lama, tapi masih wajar untuk studio baru yang membangun tim dan proyek dari nol. Game besar butuh waktu.
Desember 2025, penantian itu akhirnya berbuah pengumuman. Di ajang The Game Awards, Nagoshi Studio mengumumkan Gang of Dragon, satu-satunya proyek game yang pernah mereka umumkan secara publik. Game ini dibintangi Ma Dong-seok, aktor yang dikenal lewat film-film aksi. Pengumuman ini langsung ramai, karena akhirnya ada wujud nyata dari studio Nagoshi.
Tapi di balik panggung pengumuman, kondisi keuangannya ternyata sudah goyah. Pada Maret 2026, dilaporkan kalau NetEase akan berhenti mendanai studio ini pada Mei 2026. Artinya, sumber dana utama studio akan berhenti mengalir hanya beberapa bulan setelah game pertamanya diumumkan.
Kemudian pada 31 Oktober 2026, pemegang saham memutuskan pembubaran Nagoshi Studio. Keputusan itu diumumkan di Kanpo, gazette resmi Jepang, pada 2 November 2026. Dengan begitu, penutupan studio ini bukan lagi rumor. Ini keputusan resmi yang tercatat.
Satu fakta yang paling menyedihkan dari semua ini: Nagoshi Studio tidak pernah merilis satu game pun selama beroperasi. Dari Januari 2022 sampai pembubaran pada akhir Oktober 2026, tidak ada satu pun karya mereka yang sampai ke tangan pemain.
Gang of Dragon: Belum Dibatalkan, Tapi Juga Belum Jelas
Di sinilah kamu harus hati-hati membaca kabar yang beredar. Banyak judul berita yang terkesan menyimpulkan Gang of Dragon sudah tamat. Faktanya, sampai saat ini, tidak ada pengumuman pembatalan resmi untuk game tersebut.
Yang benar adalah begini. Halaman Steam Gang of Dragon masih online, tanpa tanggal rilis. Tidak ada pengumuman resmi yang bilang game ini batal. Tapi juga tidak ada kepastian siapa yang akan menyelesaikan dan merilisnya, setelah studio pembuatnya dibubarkan.
Salah satu hambatan terbesarnya adalah biaya. Penyelesaian Gang of Dragon dilaporkan membutuhkan setidaknya 7 miliar yen tambahan. Itu bukan angka kecil. Buat perusahaan mana pun yang tertarik mengambil alih proyek ini, mereka harus siap menggelontorkan dana sebesar itu, di atas apa yang sudah dihabiskan selama ini, tanpa jaminan game ini akan sukses di pasaran.
Jadi, posisi Gang of Dragon sekarang bisa digambarkan seperti ini: gamenya pernah diumumkan, pernah ditampilkan, halaman tokonya masih ada, tapi studionya sudah tidak ada, dan masa depannya menggantung. Bisa saja suatu hari ada perusahaan lain yang mengambil alih. Bisa juga proyek ini akhirnya diam-diam menghilang tanpa pernah diumumkan batal secara resmi. Sampai ada pengumuman baru yang jelas, semua kemungkinan itu masih terbuka.
Buat kamu sebagai pemain, sikap paling aman adalah jangan berasumsi game ini pasti rilis. Jangan juga langsung menyimpulkan game ini pasti batal. Tunggu pengumuman resmi dari pihak yang berwenang, bukan dari rumor atau judul berita yang dibesar-besarkan.
Apa Artinya Buat Penggemar Yakuza
Kabar buruk buat Nagoshi Studio bukan berarti kabar buruk buat seri Yakuza atau Like a Dragon. Ini penting buat diluruskan, karena banyak orang mengaitkan keduanya.
Seri Yakuza atau Like a Dragon tetap berada di Sega, tepatnya di tangan Ryu Ga Gotoku Studio. Studio inilah yang selama ini melanjutkan seri tersebut setelah Nagoshi pergi, dan mereka masih aktif. Jadi, penutupan Nagoshi Studio tidak membuat seri Yakuza ikut berhenti.
Bahkan, game berikutnya dari seri ini sudah punya tanggal yang jelas. Stranger Than Heaven, game berikutnya dari Ryu Ga Gotoku Studio, dijadwalkan rilis pada 15 Januari 2027. Jadi buat kamu yang kangen dengan dunia Yakuza, masih ada kelanjutan yang bisa dinanti, hanya saja bukan dari tangan Nagoshi lagi.
Perbedaan ini penting. Nagoshi adalah kreator orisinalnya, tapi seri Yakuza sudah lama jadi kerja tim besar, bukan kerja satu orang. Ryu Ga Gotoku Studio sudah membuktikan mereka bisa melanjutkan seri ini dengan kualitas yang tetap dijaga. Jadi, penggemar tidak perlu panik soal masa depan Yakuza hanya karena Nagoshi Studio tutup.
Yang hilang di sini bukan Yakuza. Yang hilang adalah proyek baru Nagoshi di luar Yakuza, yaitu Gang of Dragon, dan kesempatan melihat apa yang bisa dibuat Nagoshi saat benar-benar bebas dari seri lamanya.
Kenapa Studio Baru dari Nama Besar Bisa Gagal
Kisah Nagoshi Studio ini sebenarnya menyimpan pelajaran yang lebih luas soal industri game. Nama besar saja tidak cukup untuk menjamin sebuah studio bertahan.
Pertama, membuat game besar itu mahal dan lama. Studio baru harus merekrut tim, membangun budaya kerja, menyiapkan teknologi, dan mengerjakan proyek pertama sambil belajar bekerja sama. Semua itu makan waktu bertahun-tahun sebelum ada pemasukan dari penjualan game. Selama masa itu, studio sepenuhnya bergantung pada pendanaan dari luar.
Kedua, pendanaan dari perusahaan besar tidak selalu bertahan selamanya. NetEase awalnya serius mendanai Nagoshi Studio, tapi kemudian memutuskan berhenti pada Mei 2026. Keputusan seperti ini bisa dipengaruhi banyak hal, dari strategi perusahaan sampai kondisi pasar. Buat studio yang bergantung pada satu sumber dana, berhentinya pendanaan bisa langsung jadi pukulan fatal.
Ketiga, pengumuman game bukan jaminan game itu selesai. Gang of Dragon diumumkan di panggung sebesar The Game Awards, dengan bintang sebesar Ma Dong-seok. Tapi pengumuman itu terjadi saat kondisi keuangan studio sudah goyah. Ini pengingat kalau trailer dan panggung besar tidak selalu mencerminkan kondisi internal sebuah studio.
Keempat, proyek yang belum selesai itu sulit diselamatkan. Angka 7 miliar yen tambahan yang dilaporkan dibutuhkan untuk menyelesaikan Gang of Dragon menunjukkan betapa besar sisa pekerjaannya. Perusahaan yang tertarik mengambil alih harus mempertimbangkan risiko itu. Apakah lebih murah memulai proyek baru dari nol daripada menyelamatkan proyek orang lain yang belum selesai? Pertanyaan itu yang membuat banyak proyek menggantung seperti ini akhirnya tidak pernah kembali.
Pelajaran ini bukan cuma buat Nagoshi Studio. Industri game beberapa tahun terakhir dipenuhi studio baru yang didirikan nama-nama besar, didanai perusahaan besar, lalu tutup sebelum merilis apa-apa. Polanya sering mirip: janji besar di awal, masa diam yang panjang, satu pengumuman, lalu kabar buruk soal pendanaan.
Apa yang Harus Dilakukan Pemain Sekarang
Kalau kamu termasuk yang sudah menambahkan Gang of Dragon ke wishlist Steam, tidak ada yang perlu kamu lakukan secara khusus. Halaman Steam-nya masih online, tanpa tanggal rilis. Wishlist itu tidak membuat kamu rugi apa-apa, selama kamu tidak mengeluarkan uang untuk sesuatu yang belum jelas.
Yang perlu dihindari adalah membeli atau berinvestasi dengan asumsi game ini pasti rilis. Jangan membeli sesuatu, misalnya edisi khusus atau barang terkait, hanya karena kamu yakin game ini akan keluar. Sampai ada pengumuman resmi soal kelanjutan proyek ini, anggap saja statusnya belum pasti.
Kalau kamu mengikuti kabar ini lewat media sosial, biasakan cek sumbernya. Apakah kabar itu berasal dari pengumuman resmi, dari gazette seperti Kanpo, atau cuma dari spekulasi? Dalam kasus Nagoshi Studio, pembubarannya tercatat resmi di Kanpo pada 2 November 2026, setelah diputuskan pemegang saham pada 31 Oktober 2026. Itu fakta yang bisa diverifikasi. Nasib Gang of Dragon sendiri, sebaliknya, masih berupa ketidakpastian, karena tidak ada pengumuman pembatalan resmi.
Buat penggemar Nagoshi, kekecewaan ini wajar. Menunggu bertahun-tahun lalu mendapat kabar studio tutup memang menyakitkan. Tapi kekecewaan itu tidak harus berubah jadi kemarahan pada semua pihak. Industri game memang keras, dan bahkan kreator sebesar Nagoshi pun tidak kebal dari realitas bisnis.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apakah Nagoshi Studio benar-benar sudah tutup? Ya, pemegang saham memutuskan pembubaran pada 31 Oktober 2026, dan keputusan itu diumumkan di Kanpo pada 2 November 2026.
Apakah Gang of Dragon resmi dibatalkan? Tidak. Sampai saat ini tidak ada pengumuman pembatalan resmi. Halaman Steam-nya masih online tanpa tanggal rilis, dan nasibnya belum jelas.
Kenapa Gang of Dragon sulit diselamatkan? Karena penyelesaian game ini dilaporkan membutuhkan setidaknya 7 miliar yen tambahan. Angka sebesar itu membuat perusahaan lain berpikir dua kali sebelum mengambil alih proyek yang belum selesai.
Apakah seri Yakuza ikut berhenti? Tidak. Seri Yakuza atau Like a Dragon tetap di Sega lewat Ryu Ga Gotoku Studio, dan game berikutnya, Stranger Than Heaven, dijadwalkan rilis 15 Januari 2027.
Apakah Nagoshi Studio pernah merilis game? Tidak. Selama beroperasi sejak Januari 2022, studio ini tidak pernah merilis satu game pun. Gang of Dragon adalah satu-satunya proyek yang mereka umumkan.
Apakah Toshihiro Nagoshi masih akan membuat game? Sampai ada pengumuman resmi soal langkah berikutnya, hal ini belum bisa dipastikan. Yang jelas, Nagoshi Studio sebagai perusahaan sudah diputuskan untuk dibubarkan.
Kisah Nagoshi Studio akhirnya jadi pengingat yang pahit tapi penting. Nama besar, dana besar, dan panggung besar tidak menjamin sebuah game sampai ke tangan pemain. Gang of Dragon pernah diumumkan dengan meriah di The Game Awards Desember 2025, dibintangi Ma Dong-seok, dan sempat memberi harapan baru buat penggemar Nagoshi. Tapi setelah NetEase berhenti mendanai pada Mei 2026, dan pemegang saham memutuskan pembubaran pada 31 Oktober 2026, proyek itu kini menggantung tanpa kepastian. Halaman Steam-nya masih ada, tanpa tanggal rilis, tanpa pengumuman batal, dan dengan kebutuhan dana tambahan yang sangat besar. Buat kamu yang menantinya, sikap terbaik adalah menunggu kabar resmi sambil tetap menikmati karya yang sudah pasti, seperti Stranger Than Heaven yang akan rilis 15 Januari 2027. Karena di industri game, yang paling menyakitkan bukan menunggu lama, tapi menunggu sesuatu yang ternyata tidak pernah datang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)