Fans Tawarkan 5 Juta Euro ke Ubisoft, Demi Selamatkan Remake Prince of Persia: The Sands of Time
Seorang fans menawarkan modal awal lebih dari 5 juta euro kepada Ubisoft untuk menyelesaikan remake Prince of Persia: The Sands of Time yang dibatalkan, tanpa minta keuntungan atau hak IP.
Pernah nggak kamu begitu sayang sama satu game sampai rela melakukan hal yang terdengar mustahil demi melihatnya selesai? Itulah yang sedang terjadi di komunitas Prince of Persia. Awal November 2026, muncul surat terbuka anonim yang menawarkan modal awal lebih dari 5 juta euro kepada Ubisoft, dengan satu tujuan: menyelesaikan remake Prince of Persia: The Sands of Time yang sudah dibatalkan.
Kabar ini langsung ramai. Di satu sisi, banyak fans yang terharu dan mendukung. Di sisi lain, banyak juga yang bertanya-tanya: apakah tawaran seperti ini benar-benar bisa diterima oleh publisher sebesar Ubisoft? Sebelum kamu ikut terbawa antusiasme atau justru skeptis, ada baiknya kita melihat duduk perkaranya dengan kepala dingin, karena ada banyak hal yang belum jelas di sini.
Surat terbuka itu dikaitkan dengan akun bernama NachoRB dan beredar di Reddit dan X. Isinya cukup mengejutkan karena tawarannya bukan sekadar "tolong lanjutkan gamenya". Si pengirim menawarkan modal awal lebih dari 5 juta euro, dengan syarat ada kesepakatan formal dan penilaian kelayakan terlebih dahulu. Yang lebih mengejutkan lagi, tawaran ini disebut tanpa meminta keuntungan, tanpa meminta bagian penjualan, tanpa meminta hak atas IP, dan tanpa campur tangan kreatif. Dengan kata lain, ini ditawarkan sebagai bentuk dukungan murni, bukan investasi yang mengharapkan balik modal.
Tapi ada satu hal yang wajib ditegaskan sejak awal: klaim soal dana penggemar ini belum terverifikasi secara independen. Sampai saat ini, belum ada bukti independen yang memastikan dana sebesar itu benar-benar tersedia dan siap ditransfer. Jadi, tawaran ini sebaiknya dibaca sebagai ajakan dan pernyataan keseriusan fans, bukan sebagai transaksi yang sudah pasti terjadi. Dan yang tidak kalah penting, Ubisoft sendiri belum merespons tawaran ini.
Kenapa Sands of Time Begitu Dicintai?
Buat kamu yang belum pernah memainkan Prince of Persia: The Sands of Time versi aslinya, mungkin kamu bertanya-tanya kenapa game lama ini bisa memicu tawaran sebesar itu. Jawabannya ada pada tempat spesial game ini di sejarah video game.
Sands of Time pertama kali dikenal sebagai game yang membawa seri Prince of Persia ke era 3D dengan cara yang terasa segar. Ceritanya tentang seorang pangeran yang tidak sengaja melepaskan Pasir Waktu, lalu harus memperbaiki kesalahannya. Mekanik memutar balik waktu menjadi ciri khasnya. Kamu bisa mengulang beberapa detik terakhir kalau salah lompat atau kalah bertarung. Di masanya, mekanik ini terasa revolusioner, dan sampai sekarang masih sering disebut sebagai salah satu ide gameplay paling cerdas.
Selain gameplay, game ini juga dikenal karena ceritanya yang hangat dan mudah diikuti. Hubungan antara sang pangeran dan Farah, karakter pendampingnya, menjadi salah satu hal yang paling diingat pemain. Dialognya terasa manusiawi, tidak kaku, dan membuat pemain peduli pada nasib karakternya. Banyak pemain yang tumbuh besar dengan game ini, sehingga nostalgia yang melekat bukan sekadar soal grafis atau gameplay, tapi juga soal kenangan masa kecil atau masa remaja mereka.
Itulah kenapa remake game ini begitu dinanti. Fans tidak cuma ingin melihat grafis yang lebih bagus. Mereka ingin kembali ke dunia itu dengan cara yang lebih nyaman dimainkan sekarang, tanpa harus berurusan dengan kontrol dan tampilan yang sudah ketinggalan zaman. Harapan itu yang membuat pembatalan remake terasa begitu menyakitkan.
Sejarah Remake yang Berantakan
Sayangnya, perjalanan remake Sands of Time memang jauh dari mulus. Remake ini diumumkan pada September 2020, dan sejak awal sudah menghadapi banyak masalah. Penundaan demi penundaan terjadi, sampai akhirnya proyek ini dipindahkan dari studio Ubisoft di India ke Ubisoft Montreal. Perpindahan studio seperti itu bukan hal sepele. Artinya, ada perubahan besar dalam tim, arah, dan cara kerja proyek tersebut.
Setelah bertahun-tahun penuh ketidakpastian, kabar terburuk akhirnya datang pada Januari 2026: remake ini dibatalkan. Alasan yang disampaikan adalah proyek tersebut butuh waktu dan investasi lebih lanjut. Kalimat itu terdengar diplomatis, tapi maksudnya cukup jelas. Proyek ini dinilai terlalu berat untuk dilanjutkan dalam kondisinya saat itu.
Buat fans, pembatalan ini terasa seperti akhir dari penantian panjang. Mereka sudah menunggu sejak 2020, melewati berbagai janji dan penundaan, hanya untuk mendengar bahwa game yang mereka tunggu tidak jadi dibuat. Dari rasa kecewa itulah tawaran 5 juta euro ini lahir. Ini bukan sekadar aksi iseng. Ini adalah bentuk keputusasaan fans yang sudah kehabisan cara lain untuk menyampaikan betapa mereka menginginkan game ini selesai.
Tapi sejarah yang berantakan ini juga penting untuk dipahami, karena ini memengaruhi peluang tawaran tersebut diterima. Sebuah proyek yang sudah dipindahkan studionya, ditunda berkali-kali, lalu dibatalkan karena butuh waktu dan investasi lebih, bukan proyek yang bisa diselamatkan hanya dengan suntikan dana. Ada masalah yang lebih dalam di baliknya, mulai dari arah kreatif, kesiapan tim, sampai prioritas perusahaan.
Apakah 5 Juta Euro Itu Cukup?
Ini pertanyaan yang paling penting, dan jawabannya perlu disampaikan dengan jujur: kemungkinan besar tidak cukup untuk membiayai penuh game AAA. Angka 5 juta euro terdengar sangat besar kalau dilihat dari sudut pandang pribadi. Buat kebanyakan orang, itu uang yang luar biasa banyak. Tapi dalam dunia pengembangan game AAA, angka itu jauh dari cukup.
Game AAA modern biasanya membutuhkan biaya yang jauh lebih besar, bisa puluhan bahkan ratusan juta euro, tergantung skala, durasi pengembangan, dan jumlah orang yang terlibat. Biaya itu mencakup gaji tim selama bertahun-tahun, teknologi, pengujian, pemasaran, dan banyak hal lain yang tidak terlihat dari luar. Jadi, meskipun tawaran ini disebut sebagai modal awal, bukan biaya penuh, tetap saja ada jurang yang sangat besar antara 5 juta euro dengan total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan remake sebesar ini.
Penting juga untuk memahami posisi tawaran ini. Pengirimnya menawarkan modal awal, bukan menanggung seluruh biaya. Artinya, kalaupun Ubisoft tertarik, masih ada pertanyaan besar: siapa yang menanggung sisanya? Apakah Ubisoft harus menggelontorkan dana besar lagi untuk proyek yang sudah mereka batalkan? Itu keputusan bisnis yang tidak mudah, apalagi untuk proyek yang sebelumnya sudah dinilai butuh waktu dan investasi lebih.
ada masalah verifikasi. Karena klaim dana ini belum terverifikasi secara independen, Ubisoft tidak bisa begitu saja menganggap uang itu sudah ada. Perusahaan sebesar Ubisoft tidak akan mengambil keputusan berdasarkan surat terbuka anonim tanpa proses pemeriksaan yang ketat. Mereka perlu tahu siapa pengirimnya, dari mana dananya, apakah dananya legal, dan apakah ada syarat tersembunyi di baliknya. Semua itu butuh waktu dan proses formal, bukan sekadar balasan di media sosial.
Jadi, kalau kamu membaca kabar ini dan berpikir "wah, gamenya pasti jadi", sebaiknya rem dulu antusiasmemu. Tawaran ini menarik dan menunjukkan besarnya cinta fans, tapi jalan menuju game yang benar-benar jadi masih sangat panjang dan penuh ketidakpastian.
Kenapa Tawaran Seperti Ini Sulit Diterima Publisher?
Ada banyak alasan kenapa tawaran dari fans, meskipun tulus, sulit diterima oleh publisher besar seperti Ubisoft. Alasan pertama adalah soal tim. Siapa yang akan mengerjakan gamenya? Tim lama sudah dibubarkan atau dipindahkan ke proyek lain. Membangun tim baru dari nol butuh waktu lama, dan tidak bisa dilakukan hanya karena ada dana masuk. Developer yang berpengalaman tidak bisa direkrut dalam semalam, apalagi untuk proyek yang sebelumnya sudah bermasalah.
Alasan kedua adalah soal kepemilikan dan tanggung jawab hukum. Meskipun pengirim tawaran bilang tidak meminta hak IP atau campur tangan kreatif, tetap saja ada urusan hukum yang rumit. Bagaimana bentuk kesepakatannya? Siapa yang bertanggung jawab kalau proyek gagal lagi? Bagaimana perlindungan terhadap dana tersebut? Semua pertanyaan ini harus dijawab lewat kontrak formal, dan proses itu sendiri bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Alasan ketiga adalah soal pajak dan administrasi keuangan. Menerima dana besar dari pihak luar, apalagi dari individu anonim, bukan hal yang bisa dilakukan sembarangan oleh perusahaan publik. Ada aturan keuangan, pelaporan, dan kepatuhan yang harus dipenuhi. Kalau ada yang tidak beres, risikonya bukan cuma proyek gagal, tapi juga masalah hukum buat perusahaan.
Alasan keempat adalah soal citra. Kalau Ubisoft menerima dana fans untuk menyelesaikan game yang mereka batalkan, apa pesannya buat publik? Sebagian orang akan melihatnya sebagai bukti cinta fans. Tapi sebagian lain bisa melihatnya sebagai tanda perusahaan tidak mampu membiayai proyeknya sendiri. Publisher besar biasanya sangat berhati-hati soal citra seperti ini.
Alasan kelima adalah soal prioritas. Ubisoft punya banyak proyek lain yang sedang berjalan. Menghidupkan kembali proyek yang sudah dibatalkan berarti mengalihkan perhatian, tim, dan sumber daya dari proyek lain. Itu keputusan yang tidak bisa diambil hanya karena ada tawaran dana, apalagi kalau dana itu belum terverifikasi dan jauh dari cukup untuk biaya penuh.
Semua alasan ini bukan berarti fans tidak boleh mencoba. Tapi ini menjelaskan kenapa tawaran seperti ini, meskipun viral dan penuh niat baik, jarang berujung pada game yang benar-benar dirilis.
Apa yang Bisa Dilakukan Fans Secara Realistis?
Kalau tawaran 5 juta euro sulit diterima, apakah fans Prince of Persia harus menyerah? Tidak juga. Ada banyak hal realistis yang bisa dilakukan fans, meskipun tidak seglamor tawaran jutaan euro.
Pertama, terus tunjukkan minat dengan cara yang terukur. Beli dan mainkan game Prince of Persia yang sudah tersedia, termasuk versi asli Sands of Time kalau masih bisa dimainkan di platform modern. Angka penjualan dan jumlah pemain adalah bahasa yang paling dipahami publisher. Kalau data menunjukkan masih banyak orang yang memainkan dan membeli game Prince of Persia, itu menjadi argumen yang jauh lebih kuat daripada surat terbuka anonim.
Kedua, dukung komunitas secara positif. Buat konten, diskusi, speedrun, atau karya fans yang menjaga seri ini tetap hidup dan dibicarakan. Komunitas yang aktif dan sehat lebih menarik perhatian publisher daripada komunitas yang hanya ramai saat ada kabar buruk. Kalau seri ini terus dibicarakan dengan cara yang positif, peluang untuk proyek baru di masa depan akan lebih besar.
Ketiga, sampaikan aspirasi lewat jalur yang jelas dan sopan. Kritik dan permintaan yang disampaikan dengan baik, lewat survei resmi, forum resmi, atau kanal resmi Ubisoft, lebih mungkin didengar daripada tekanan viral yang emosional. Publisher memang memperhatikan sentimen fans, tapi mereka lebih menghargai masukan yang bisa ditindaklanjuti.
Keempat, dukung game Prince of Persia lain yang masih aktif. Kalau Ubisoft melihat bahwa seri ini masih punya pasar, mereka akan lebih termotivasi untuk menginvestasikan sumber daya ke seri tersebut. Sebaliknya, kalau fans hanya fokus pada satu remake yang sudah dibatalkan dan mengabaikan produk lain, sinyal yang dikirim justru membingungkan.
Kelima, kelola ekspektasi. Ini mungkin yang paling sulit, tapi juga paling penting. Tidak semua game yang kita cintai akan dibuat ulang. Kadang, kenangan terbaik tentang sebuah game justru ada pada versi aslinya, dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Menerima kenyataan itu bukan berarti menyerah, tapi berarti kamu tidak menggantungkan kebahagiaanmu pada sesuatu yang belum tentu terjadi.
Jangan Tertipu Kabar yang Dibesar-besarkan
Kabar soal tawaran 5 juta euro ini mudah sekali dibesar-besarkan. Judul berita yang sensasional bisa membuat orang berpikir gamenya sudah pasti jadi, atau Ubisoft sudah setuju, padahal kenyataannya Ubisoft belum merespons sama sekali. Ini penting untuk diingat setiap kali kamu membaca kabar viral soal game.
Selalu periksa tiga hal. Pertama, apakah sumbernya jelas? Dalam kasus ini, sumbernya adalah surat terbuka anonim, bukan pengumuman resmi Ubisoft atau lembaga keuangan. Kedua, apakah dananya sudah terverifikasi? Jawabannya belum, secara independen. Ketiga, apakah ada respons resmi dari pihak yang ditawari? Sampai saat ini, belum ada.
Tiga hal itu tidak membuat kabar ini bohong. Kabar ini nyata sebagai sebuah surat terbuka yang beredar dan ramai dibicarakan. Tapi statusnya masih sebatas tawaran yang belum diverifikasi dan belum direspons. Membedakan antara "ada tawaran" dan "tawaran diterima" adalah kunci supaya kamu tidak kecewa dua kali: pertama saat remake dibatalkan, kedua saat ternyata tawaran ini tidak berujung apa-apa.
Tanya Jawab Seputar Tawaran Ini
Siapa yang menawarkan 5 juta euro? Surat terbuka itu dikaitkan dengan akun bernama NachoRB dan beredar di Reddit dan X pada awal November 2026. Identitas lengkap pengirimnya tidak dipublikasikan, sehingga sifatnya anonim.
Berapa tepatnya yang ditawarkan? Disebut lebih dari 5 juta euro sebagai modal awal. Jadi, angka itu bukan total biaya proyek, melainkan suntikan awal dengan syarat kesepakatan formal dan penilaian kelayakan.
Apakah pengirim meminta imbalan? Menurut isi surat yang beredar, tidak. Tidak ada permintaan keuntungan, bagian penjualan, hak IP, atau campur tangan kreatif. Tapi sekali lagi, semua ini berasal dari surat terbuka yang belum diverifikasi secara independen.
Apakah dananya sudah terbukti ada? Belum. Klaim dana penggemar ini belum terverifikasi secara independen. Sampai ada bukti yang bisa diperiksa, statusnya tetap klaim, bukan fakta yang sudah dikonfirmasi.
Apakah Ubisoft sudah menjawab? Belum. Sampai kabar ini ditulis, Ubisoft belum merespons tawaran tersebut. Diamnya Ubisoft bukan berarti setuju atau menolak, tapi memang belum ada pernyataan resmi.
Kenapa remake Sands of Time dibatalkan? Remake yang diumumkan September 2020 itu ditunda berkali-kali, sempat pindah dari studio India ke Montreal, dan akhirnya dibatalkan pada Januari 2026 karena dinilai butuh waktu dan investasi lebih lanjut.
Apakah 5 juta euro cukup untuk menyelesaikan game AAA? Kemungkinan besar tidak. Biaya game AAA modern jauh lebih besar dari angka itu. Tawaran ini paling banter bisa dipandang sebagai modal awal, bukan solusi biaya penuh.
Apakah ini berarti remake pasti tidak akan pernah jadi? Tidak ada yang bisa memastikan masa depan. Tapi untuk saat ini, tidak ada tanda-tanda proyek ini hidup kembali. Tawaran fans adalah satu usaha, bukan jaminan.
Jadi, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Yang sebenarnya terjadi adalah ini: sekelompok fans yang sangat mencintai Sands of Time mencoba cara yang tidak biasa untuk menyelamatkan remake yang sudah dibatalkan. Mereka menawarkan modal awal lebih dari 5 juta euro, tanpa meminta imbalan yang biasa diminta investor. Tawaran itu viral, ramai dibicarakan, dan menunjukkan betapa kuatnya ikatan emosional antara pemain dan game ini.
Tapi di balik viralnya, ada kenyataan yang harus dihadapi. Dananya belum terverifikasi, Ubisoft belum merespons, dan 5 juta euro kemungkinan jauh dari cukup untuk menyelesaikan game AAA yang sebelumnya sudah dinilai butuh waktu dan investasi lebih. Sejarah proyek ini yang penuh penundaan dan perpindahan studio juga membuat kebangkitannya tidak semudah membalik telapak tangan.
Itu bukan alasan untuk mencemooh usaha fans. Justru sebaliknya, usaha ini patut dihargai karena lahir dari kecintaan yang tulus. Tapi menghargai usaha tidak sama dengan menganggap hasilnya sudah pasti. Sikap paling sehat adalah mengapresiasi semangatnya, sambil tetap realistis soal peluangnya. Kalau suatu saat Ubisoft merespons positif dan ada langkah formal yang bisa diverifikasi, itu akan jadi kabar besar yang patut dirayakan. Sampai saat itu tiba, yang bisa dilakukan fans adalah menjaga seri ini tetap hidup, menunjukkan minat lewat cara yang nyata, dan tidak menggantungkan harapan pada satu surat terbuka saja.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)