Steam Deck 2 Tetap Jalan Meski Harga RAM Naik, Kata Valve
Valve bilang harga RAM yang naik tidak mengubah rencana Steam Deck 2, yang tetap ditargetkan punya peningkatan performa yang jelas.
Pernah nggak kamu menunggu barang yang belum jelas kapan rilisnya, lalu tiap ada kabar baru, harapanmu naik turun? Sebentar dengar kabar bagus, sebentar dengar kabar soal harga komponen yang naik, lalu mulai mikir, jangan-jangan barang yang ditunggu itu batal atau mundur jauh.
Nah, itu yang sedang dirasakan banyak penggemar Steam Deck sekarang. Harga RAM dan penyimpanan sedang naik gila-gilaan, dan hampir semua perangkat kena dampaknya, termasuk Steam Deck yang sekarang. Di tengah kondisi itu, muncul pertanyaan yang wajar: bagaimana nasib Steam Deck 2? Apakah Valve mengubah rencananya karena komponen makin mahal?
Jawaban Valve, lewat wawancara dengan IGN yang kemudian dikutip banyak media pada September 2026, cukup menenangkan, tapi juga tidak memberi semua jawaban. Valve bilang rencananya tidak berubah. Tapi, Valve juga belum mengumumkan tanggal rilis atau spesifikasi resmi. Artikel ini membahas apa yang sebenarnya dikatakan Valve, kenapa pernyataan itu penting, dan apa artinya buat kamu yang sedang menunggu atau sedang mempertimbangkan beli Steam Deck sekarang.
Apa yang Dikatakan Valve?
Pierre-Loup Griffais, developer Valve, ditanya apakah harga RAM yang naik sudah mengubah rencana Steam Deck 2. Jawabannya singkat: tidak terlalu. Dalam bahasa Inggris, jawabannya dikutip sebagai "not really". Artinya, kenaikan harga RAM memang situasi yang diperhatikan, tapi tidak mengubah arah rencana Steam Deck 2.
Valve masih memegang target yang sama seperti sebelumnya. Steam Deck 2 harus punya peningkatan performa yang jelas dan terasa, bukan cuma update kecil. Griffais bilang Valve sedang melihat kondisi pasar saat ini untuk menentukan bagaimana dan kapan perangkat seperti itu bisa dihadirkan dengan harga yang masuk akal.
Kalimat terakhir itu penting, dan sering terlewat kalau orang cuma baca judul. Valve tidak bilang Steam Deck 2 akan rilis sebentar lagi. Valve juga tidak bilang harganya akan murah. Valve bilang targetnya tidak berubah, dan waktunya akan ditentukan setelah melihat kondisi pasar. Jadi, kabar baiknya adalah rencana tidak batal. Kabar yang perlu kamu terima adalah waktunya masih belum pasti, karena kondisi pasar ikut menentukan.
Pernyataan ini datang dari wawancara dengan IGN, dan Griffais berbicara bersama Jeff Leinbaugh, developer Valve lainnya. Keduanya menegaskan pekerjaan buat penerus Steam Deck masih berjalan. Jadi, ini bukan kabar dari pembocor atau rumor tanpa sumber. Ini pernyataan langsung dari orang Valve yang mengerjakan perangkat itu, walau disampaikan lewat wawancara media, bukan lewat pengumuman produk resmi.
Kenapa Valve Tidak Mau Buru-Buru?
Buat memahami pernyataan Valve, kamu perlu paham cara Valve berpikir soal Steam Deck. Valve memang terkenal tidak mau buru-buru merilis penerus Steam Deck. Mereka sudah berkali-kali bilang tidak mau merilis Steam Deck 2 cuma karena ada hardware baru yang lebih cepat, kalau peningkatan performanya tidak signifikan dan harganya tidak masuk akal.
Target yang pernah disebut adalah peningkatan performa lebih dari 50 persen dibanding Steam Deck pertama, dengan daya tahan baterai yang tetap terjaga. Angka itu bukan angka kecil. Peningkatan 50 persen itu harus terasa di game yang kamu mainkan, bukan cuma terlihat di angka benchmark. Dan baterai yang tetap terjaga itu juga penting, karena handheld yang performanya naik tapi baterainya cepat habis itu tidak enak dipakai.
Cara berpikir ini masuk akal kalau kamu lihat pasar handheld sekarang. Sudah banyak handheld PC lain yang lebih kencang dari Steam Deck pertama. Tapi, harganya juga jauh lebih mahal, dan baterainya sering tidak sebaik Steam Deck. Valve tidak mau ikut lomba spek kalau hasilnya handheld yang mahal dan boros. Valve mau Steam Deck 2 itu terasa seperti lompatan generasi, bukan cuma versi yang sedikit lebih cepat dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Pendekatan ini juga menjelaskan kenapa Valve tidak mengumumkan spesifikasi atau tanggal. Kalau Valve mengumumkan spesifikasi terlalu awal, lalu kondisi pasar berubah, Valve bisa terjebak dengan janji yang sulit dipenuhi. Kalau Valve mengumumkan tanggal terlalu awal, lalu komponen tidak memungkinkan harga yang masuk akal, Valve bisa terpaksa menunda atau menaikkan harga. Dengan tidak mengumumkan dulu, Valve menjaga ruang buat menyesuaikan waktu dan harga dengan kondisi pasar yang sebenarnya.
Lalu, Bagaimana dengan Steam Deck yang Sekarang?
Di sisi lain, Steam Deck yang sekarang justru sudah naik harganya, dan ini bukti nyata kalau kenaikan biaya komponen itu bukan teori. Model OLED 512GB naik dari 549 dolar AS menjadi 789 dolar AS, dan model 1TB dari 649 dolar AS menjadi 949 dolar AS. Valve sendiri menyebut kenaikan itu karena biaya memori dan penyimpanan.
Kenaikan ini besar. Buat model 512GB, selisihnya 240 dolar AS. Buat model 1TB, selisihnya 300 dolar AS. Dan perangkatnya sendiri tidak berubah. Yang berubah cuma harganya, karena komponen di dalamnya jadi lebih mahal. Ini penting buat kamu pahami, karena ini gambaran apa yang bisa terjadi ke perangkat baru kalau kondisi pasar tidak membaik.
Kalau Steam Deck yang sudah ada saja harganya naik segitu, bayangkan tantangan buat Steam Deck 2. Valve harus menghadirkan perangkat yang jauh lebih kencang, dengan baterai yang tetap bagus, tapi harganya tetap masuk akal di tengah biaya memori yang sedang tinggi. Itu bukan tugas gampang. Makanya, pernyataan Valve soal "melihat kondisi pasar" itu bukan basa-basi. Itu memang faktor penentu.
Di saat yang sama, perangkat Valve lain juga menunjukkan tren yang sama. Steam Machine dan Steam Frame diluncurkan dengan harga yang lebih tinggi dari yang diharapkan banyak orang, dan Valve menyebut biaya DRAM dan penyimpanan sebagai salah satu penyebabnya. Jadi, Valve bukan cuma bicara soal Steam Deck 2. Valve sedang menghadapi pasar komponen yang sama buat semua perangkat kerasnya.
Bocoran Soal Steam Deck 2, Mana yang Bisa Dipegang?
Selain pernyataan resmi Valve, ada juga bocoran yang beredar. Salah satunya soal chip AMD berkode Gainsborough yang diduga kandidat buat Steam Deck 2. Bocoran itu menyebut prosesor 6 core dengan RAM 24GB, dan muncul dari daftar benchmark. Tapi, kaitan bocoran itu dengan Valve sendiri masih dugaan, bukan konfirmasi.
Di sini kamu perlu membedakan tiga hal: pernyataan Valve, bocoran dari daftar benchmark, dan rumor soal tanggal rilis. Pernyataan Valve itu sumber yang paling bisa dipegang. Bocoran dari daftar benchmark itu data yang nyata ada, tapi kaitannya dengan Steam Deck 2 masih tafsiran. Rumor soal jendela rilis 2027 atau 2028 itu spekulasi, bukan pengumuman Valve.
Kenapa bedanya penting? Karena kalau kamu terlalu percaya bocoran, kamu bisa kecewa kalau ternyata bocoran itu bukan buat Steam Deck 2, atau spesifikasinya berubah, atau tanggalnya meleset. Bocoran itu berguna buat gambaran, tapi tidak bisa dipakai sebagai janji. Janji cuma bisa datang dari Valve sendiri, dan Valve belum mengumumkannya.
Ada juga rumor soal Steam Deck 2 yang menargetkan peningkatan performa tertentu dan harga tertentu. Semua itu masih rumor. Sampai Valve mengumumkan sendiri, anggap semua angka soal Steam Deck 2 sebagai perkiraan, bukan fakta. Sikap ini akan menyelamatkanmu dari kekecewaan, dan juga dari keputusan beli yang salah karena menunggu sesuatu yang belum pasti.
Dampaknya Buat Kamu yang Mau Beli Sekarang
Kalau kamu sedang mempertimbangkan beli Steam Deck sekarang, kabar ini punya beberapa dampak praktis.
Pertama, jangan menunggu Steam Deck 2 dengan harapan tanggal pasti, karena tanggal itu belum ada. Menunggu tanpa tanggal itu melelahkan. Kamu bisa menunggu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sambil menahan diri tidak beli perangkat yang sebenarnya sudah bisa kamu nikmati sekarang. Kalau kamu menunggu, tentukan batas waktu buat dirimu sendiri. Misalnya, kamu putuskan menunggu sampai akhir tahun, dan kalau belum ada pengumuman, kamu beli yang sudah ada atau alihkan budget ke perangkat lain.
Kedua, cek harga terbaru sebelum beli. Harga yang kamu ingat dari tahun lalu kemungkinan sudah berubah karena biaya memori. Model OLED 512GB yang dulu 549 dolar AS sekarang 789 dolar AS, dan model 1TB yang dulu 649 dolar AS sekarang 949 dolar AS. Selisih itu besar, dan bisa mengubah perhitungan budgetmu. Jangan sampai kamu menabung berdasarkan harga lama, lalu kaget pas mau checkout.
Ketiga, kalau kamu sudah punya Steam Deck pertama, tidak ada alasan buat panik. Game-game yang sudah jalan di Steam Deck tidak akan tiba-tiba berhenti jalan cuma karena ada kabar Steam Deck 2. Steam Deck pertama tetap perangkat yang bagus, dengan library game yang besar dan komunitas yang aktif. Kabar soal penerus tidak membuat perangkat yang kamu punya jadi jelek dalam semalam.
Keempat, kalau kamu tipe yang selalu mau yang terbaru, siapkan kemungkinan kalau Steam Deck 2 nanti harganya tidak akan semurah Steam Deck pertama. Tren harga komponen saat ini mengarah ke sana, dan perangkat Valve lain sudah menunjukkan tren yang sama. Kalau kamu menabung buat Steam Deck 2, menabunglah dengan target yang lebih longgar, supaya kamu tidak kaget kalau harganya ternyata di atas ekspektasi awalmu.
Kesalahan Umum Saat Menunggu Perangkat Baru
Kesalahan pertama adalah menganggap rumor sebagai pengumuman. Banyak orang membaca bocoran soal chip atau tanggal, lalu menganggapnya sudah pasti. Padahal, bocoran bisa berubah, bisa salah tafsir, atau bisa bukan buat perangkat yang dikira. Selalu cek sumbernya: apakah ini pernyataan Valve, atau cuma tafsiran dari bocoran?
Kesalahan kedua adalah menunda beli tanpa batas waktu. Menunggu itu boleh, tapi menunggu tanpa batas itu melelahkan dan sering berakhir dengan tidak beli apa-apa. Tentukan batas waktu dan batas harga buat dirimu sendiri, dan pegang.
Kesalahan ketiga adalah membandingkan harga lama dengan harga baru tanpa konteks. Harga Steam Deck naik bukan karena Valve serakah, tapi karena biaya komponen naik. Memahami konteks ini tidak membuat harganya jadi murah, tapi membuatmu bisa menilai dengan lebih adil, dan tidak terjebak kemarahan yang tidak membantu keputusan.
Kesalahan keempat adalah membeli handheld lain cuma karena tidak sabar, padahal handheld itu tidak sesuai kebutuhanmu. Handheld PC lain memang banyak yang lebih kencang, tapi ada yang lebih berat, lebih boros, atau ekosistemnya tidak senyaman Steam. Sebelum beli alternatif, cek dulu: apakah game yang kamu mainkan ada di sana? Apakah baterainya cukup buat cara mainmu? Apakah harganya masuk akal buatmu?
Kesalahan kelima adalah mengabaikan biaya tambahan. Handheld itu bukan cuma perangkatnya. Ada kartu microSD kalau penyimpanan internal kurang, ada case, ada dock kalau mau main di TV, dan ada biaya game itu sendiri. Hitung semua itu ke dalam budget, supaya tidak kaget setelah perangkatnya sampai.
Tips Praktis Buat Calon Pembeli Steam Deck
Pertama, tentukan dulu cara mainmu. Apakah kamu main di perjalanan, di kasur, atau di meja dengan dock? Apakah kamu main game indie yang ringan, atau game AAA yang berat? Jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan apakah Steam Deck pertama sudah cukup, atau kamu memang perlu menunggu yang lebih kencang.
Kedua, cek library game-mu di Steam. Lihat game apa saja yang sudah kamu miliki, dan apakah game-game itu sudah terverifikasi buat Steam Deck. Kalau sebagian besar game-mu sudah jalan bagus di Steam Deck pertama, tidak ada alasan kuat buat menunggu penerus yang belum jelas tanggalnya.
Ketiga, pantau pengumuman resmi Valve, bukan cuma rumor. Akun resmi Valve, halaman Steam, dan media besar yang mewawancarai Valve langsung adalah sumber yang paling bisa dipegang. Kalau ada pengumuman soal Steam Deck 2, sumber-sumber itu yang paling dulu memberitakannya dengan akurat.
Keempat, kalau kamu memutuskan beli sekarang, beli dari jalur resmi atau retailer yang kamu percaya, dengan garansi yang jelas. Di masa harga komponen naik, pasar pihak ketiga juga ramai, dan tidak semua penjual bisa dipercaya. Garansi yang jelas itu penting, apalagi buat perangkat handheld yang dipakai tiap hari dan dibawa ke mana-mana.
Kelima, rawat perangkatmu sejak hari pertama. Pakai case yang bagus, jangan biarkan baterai habis total berulang-ulang, dan simpan di tempat yang tidak panas dan tidak lembap. Handheld yang dirawat baik akan awet, dan nilai jual kembalinya juga lebih bagus kalau suatu saat kamu mau upgrade ke Steam Deck 2.
Tanya-Jawab yang Sering Ditanyakan
Apakah Steam Deck 2 batal karena harga RAM naik? Tidak, berdasarkan pernyataan Valve. Valve bilang rencana tidak berubah, dan pekerjaan buat penerus Steam Deck masih berjalan. Yang belum pasti adalah kapan perangkat itu bisa dihadirkan dengan performa dan harga yang masuk akal.
Kapan Steam Deck 2 rilis? Belum diumumkan. Rumor soal 2027 atau 2028 masih spekulasi, bukan pengumuman Valve. Jangan jadikan rumor itu sebagai rencana pasti, apalagi buat keputusan menabung yang besar.
Apakah Steam Deck yang sekarang masih layak dibeli? Buat banyak orang, iya. Steam Deck pertama tetap punya library game yang besar, komunitas yang aktif, dan pengalaman yang sudah matang. Kenaikan harganya memang terasa, tapi itu karena biaya komponen, bukan karena perangkatnya jadi jelek.
Apakah harga Steam Deck akan turun lagi kalau harga RAM turun? Belum ada kepastian soal itu. Harga perangkat keras tidak selalu turun secepat harga komponen turun, karena ada banyak faktor lain, termasuk biaya produksi, distribusi, dan strategi perusahaan. Jangan beli dengan asumsi harga pasti turun dalam waktu dekat.
Apakah bocoran chip Gainsborough itu Steam Deck 2? Belum bisa dipastikan. Bocoran itu ada, tapi kaitannya dengan Valve masih dugaan. Anggap sebagai petunjuk, bukan konfirmasi.
Yang Perlu Kamu Bawa Pulang dari Kabar Ini
Kabar soal Steam Deck 2 ini sebenarnya kabar yang menenangkan, kalau dibaca dengan benar. Valve tidak membatalkan rencana. Valve tidak mengubah target performa. Valve cuma jujur kalau waktu dan harga akan ditentukan oleh kondisi pasar. Kejujuran seperti ini memang tidak semenyenangkan pengumuman tanggal rilis, tapi jauh lebih berguna buat keputusanmu.
Buat kamu yang menunggu, pegang dua hal. Pertama, rencana Steam Deck 2 tetap jalan, dengan target peningkatan performa yang jelas. Kedua, tanggal dan harganya belum ada, dan menunggu tanpa batas waktu itu melelahkan. Tentukan batas buat dirimu sendiri, cek harga terbaru sebelum beli, dan jangan biarkan rumor menentukan keputusanmu.
Kalau ujung-ujungnya kamu memutuskan beli Steam Deck yang sekarang, itu bukan keputusan yang salah. Kalau kamu memutuskan menunggu, itu juga bukan keputusan yang salah, selama kamu menunggu dengan batas yang jelas. Yang salah adalah menunggu tanpa rencana, lalu kecewa karena rumor yang kamu pegang ternyata meleset. Steam Deck 2 akan datang kalau Valve sudah yakin bisa menghadirkan lompatan performa dengan harga yang masuk akal, dan sampai saat itu tiba, Steam Deck yang sekarang tetap teman main yang bisa diandalkan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)