Ayaneo Next 2, Handheld PC Paling Kencang 2026 tapi Harganya Bikin Mikir
Ayaneo Next 2 adalah handheld PC paling kencang 2026 dengan Ryzen AI Max+ 395 dan layar OLED 9 inci, tapi harganya mulai 1.799 dolar AS.
Pernah kepikiran punya handheld yang tenaganya seperti PC desktop, tapi bisa digenggam ke mana-mana? Handheld PC makin lama makin berani. Kalau dulu handheld itu soal main game ringan di mana saja, sekarang ada perangkat yang speknya sudah seperti PC desktop mini. Salah satunya Ayaneo Next 2, yang disebut-sebut sebagai handheld gaming paling kencang yang dijual tahun 2026.
Tapi, kencang di sini datang dengan harga yang juga tidak main-main. Buat kamu yang sedang melirik handheld PC dan bertanya-tanya apakah Next 2 ini layak dibeli, ada baiknya kamu kenal dulu perangkat ini lebih dalam, dari speknya, harganya, sampai siapa yang sebenarnya cocok membelinya, dan siapa yang sebaiknya menahan diri.
## Apa yang Membuat Next 2 Spesial?
Layarnya OLED 9,06 inci dengan refresh rate sampai 165Hz dan kecerahan yang dilaporkan sampai 1.155 nit. Ini bukan layar handheld biasa. Kebanyakan handheld memakai layar 7 inci, jadi layar 9 inci terasa jauh lebih lega. Buat main game, layar yang lebih besar bikin teks lebih gampang dibaca, musuh lebih gampang terlihat, dan dunia game terasa lebih luas. Refresh rate sampai 165Hz juga berarti gerakan di layar terasa lebih halus, asal game yang kamu mainkan memang bisa mencapai frame rate setinggi itu. Dan kecerahan sampai 1.155 nit berarti layar masih jelas terlihat walau kamu main di ruangan yang terang, atau bahkan di luar ruangan saat siang hari.
Chipnya AMD Ryzen AI Max+ 395, yang dikenal dengan nama Strix Halo, dengan 16 core Zen 5 dan grafis terintegrasi Radeon 8060S. Chip ini sebenarnya lebih mirip chip workstation mini daripada chip handheld biasa. Di dunia PC, chip seperti ini biasanya dipakai buat pekerjaan berat, bukan buat perangkat genggam. Ayaneo memasukkannya ke handheld, dan hasilnya adalah perangkat yang tenaganya sudah mendekati PC desktop kelas menengah atas, tapi bisa kamu genggam. Ini lompatan yang besar, dan inilah alasan kenapa Next 2 disebut-sebut sebagai handheld paling kencang tahun 2026.
RAM-nya sampai 128GB LPDDR5X yang dibagi antara prosesor dan grafis. Ini juga angka yang tidak biasa buat handheld. Kebanyakan handheld memakai RAM 16GB atau 32GB, dan itu sudah cukup buat banyak game. RAM sampai 128GB berarti perangkat ini tidak cuma siap buat game sekarang, tapi juga buat pekerjaan berat lain, misalnya editing video atau pekerjaan 3D, walau itu bukan fungsi utamanya. Karena RAM ini dibagi antara prosesor dan grafis, jumlah yang besar ini juga membantu saat game butuh banyak memori grafis, tanpa harus mengorbankan memori sistem.
Dayanya bisa diatur dari 45W sampai 120W saat dock. Ini rentang yang sangat lebar. Di 45W, perangkat ini masih kencang tapi lebih hemat dan lebih adem. Di 120W saat dock, ia bisa mengeluarkan tenaga maksimalnya, tapi dengan konsekuensi panas dan konsumsi daya yang jauh lebih besar. Fleksibilitas ini penting, karena kamu bisa menyesuaikan dengan situasi. Saat main di perjalanan dan mengandalkan baterai, pakai daya yang lebih rendah. Saat sudah dock di rumah dan terhubung ke listrik, baru pakai daya maksimal.
Baterainya eksternal 116Wh, yang ukurannya sudah seperti baterai laptop, bukan handheld. Baterai sebesar ini memang dibutuhkan buat menopang chip yang rakus daya dan layar yang besar. Tapi, baterai sebesar ini juga membawa konsekuensi sendiri, yang akan kita bahas nanti, terutama soal dibawa bepergian dengan pesawat.
## Berapa Harganya, Varian per Varian?
Varian awal dengan Ryzen AI Max 385, RAM 32GB, dan SSD 1TB: mulai 1.799 dolar AS untuk early bird, atau sekitar 1.999 dolar AS harga normal. Ini varian termurah, tapi perhatikan baik-baik, varian ini memakai chip yang berbeda, yaitu Ryzen AI Max 385, bukan Max+ 395 yang jadi bintang utama Next 2. Jadi, kalau kamu membeli varian termurah dengan harapan mendapat performa Max+ 395, kamu akan kecewa. Selalu cek chipnya, bukan cuma nama perangkatnya.
Varian menengah dengan Ryzen AI Max+ 395 dan RAM 64GB: mulai 2.299 dolar AS untuk early bird. Di varian ini, kamu sudah mendapat chip Max+ 395 yang sebenarnya, dengan RAM yang jauh lebih lega. Buat banyak pembeli, varian ini mungkin jadi titik tengah yang paling masuk akal, kalau memang budgetnya sampai ke sana. Kamu dapat chip flagship, tanpa harus membayar harga varian tertinggi.
Varian tertinggi dengan Ryzen AI Max+ 395, RAM 128GB, dan SSD 2TB: sampai 3.499 dolar AS untuk early bird, atau 4.299 dolar AS harga penuh. Ini varian yang paling sering jadi bahan pembicaraan, karena harganya sudah setara laptop gaming kelas atas. Di varian ini, kamu mendapat segalanya dalam versi maksimal, RAM terbesar, penyimpanan terbesar, dan chip terbaik. Tapi, pertanyaannya, apakah kamu benar-benar butuh semuanya dalam versi maksimal?
Kalau dikonversi kasar, varian termurahnya saja sudah setara puluhan juta rupiah, dan varian tertingginya sudah setara laptop gaming kelas atas. Di sinilah perdebatan mulai muncul: ini handheld, atau laptop yang bentuknya handheld? Pertanyaan ini bukan sekadar bercanda. Dengan harga segitu, kamu bisa membeli laptop gaming dengan layar lebih besar, keyboard fisik, dan pendingin yang lebih lega. Jadi, alasan membeli Next 2 harus lebih kuat daripada sekadar spek tertinggi. Alasan itu biasanya soal bentuk genggam dan layar sentuh yang tidak dimiliki laptop, atau soal keinginan punya satu perangkat yang bisa dibawa ke mana-mana tapi tetap kencang.
## Buat Siapa Perangkat Ini Cocok?
Buat yang mau performa desktop tapi tetap bisa dibawa, Next 2 cocok buat yang mau main game AAA di layar besar, lalu dock ke monitor saat di rumah. Bayangkan skenarionya seperti ini. Pagi hari, kamu main di sofa dengan handheld di tangan. Sore hari, kamu dock perangkat itu ke monitor di meja, pasang keyboard dan mouse, dan perangkat yang sama berubah jadi PC desktop mini. Satu perangkat, dua cara pakai. Buat yang ruang kerjanya terbatas, atau yang tidak mau punya banyak perangkat, skenario seperti ini menarik banget.
Buat yang sudah punya handheld lain dan mau upgrade maksimal, Next 2 memang lompatan yang sangat jauh. Kalau Steam Deck atau ROG Ally sudah terasa kurang, misalnya karena game yang kamu mainkan makin berat, atau karena kamu mau layar yang lebih besar dan lebih terang, Next 2 menawarkan lompatan yang tidak tanggung-tanggung. Ini bukan upgrade kecil, ini upgrade besar, dari segala sisi, layar, chip, RAM, dan baterai.
Buat yang mengutamakan portabilitas dan harga, ini bukan pilihannya. Bobotnya dilaporkan sekitar 1,4 kg, dan itu berat buat handheld. Kebanyakan handheld beratnya di bawah 1 kg, dan selisih 400 gram itu terasa banget saat digenggam lama. Tangan cepat pegal, dan perangkat terasa kurang nyaman buat main sambil tiduran atau sambil jalan. Baterainya di atas batas 100Wh yang biasa diizinkan di kabin pesawat, jadi kalau mau dibawa terbang, perlu persetujuan maskapai. Ini bukan berarti tidak bisa dibawa naik pesawat sama sekali, tapi kamu harus mengurusnya dulu, dan tidak semua maskapai mengizinkan.
Ada juga yang sebaiknya pikir dua kali kalau game yang paling sering dimainkan adalah game ringan atau game indie. Game seperti itu tidak butuh chip sekelas Strix Halo buat jalan lancar. Membeli Next 2 buat game ringan itu seperti membeli truk buat belanja ke warung. Bisa, tapi berlebihan, dan dana yang dikeluarkan tidak sebanding dengan manfaat yang didapat.
## Dampak Nyata di Pemakaian Sehari-hari
Layar yang besar dan terang itu enak, tapi juga bikin perangkat lebih sulit dimasukkan ke tas kecil. Kamu butuh tas atau case yang lebih besar, dan itu juga perlu diperhitungkan. Kalau kamu biasa membawa handheld di tas selempang kecil, Next 2 mungkin tidak muat, dan kamu harus ganti tas.
Daya yang bisa diatur sampai 120W itu kencang, tapi juga panas dan boros. Pengalaman mainnya akan sangat beda antara mode hemat dan mode maksimal. Di mode hemat, perangkat lebih adem, baterai lebih awet, tapi frame rate mungkin tidak setinggi mode maksimal. Di mode maksimal, frame rate naik, tapi kipas akan bekerja lebih keras, bodi terasa lebih hangat, dan baterai akan habis jauh lebih cepat. Kamu harus terbiasa mengatur mode ini sesuai situasi, bukan selalu memakai mode maksimal.
Baterai 116Wh itu besar, tapi jangan mengira itu berarti kamu bisa main game AAA berjam-jam tanpa cas. Game AAA yang berat tetap menghabiskan baterai dengan cepat, apalagi di layar OLED yang besar dan terang. Baterai besar ini lebih terasa manfaatnya saat kamu main game ringan atau saat perangkat dipakai buat pekerjaan ringan, di mana konsumsi dayanya tidak terlalu tinggi.
Bobot 1,4 kg juga berpengaruh ke cara kamu memegang perangkat. Buat sesi main yang singkat, mungkin tidak terasa. Tapi buat sesi main yang panjang, misalnya dua atau tiga jam tanpa jeda, tangan dan pergelangan tangan bisa cepat lelah. Banyak pembeli handheld berat akhirnya memakai perangkat ini lebih sering dalam posisi dock atau di atas meja dengan penyangga, bukan digenggam terus-menerus. Kalau itu yang terjadi, fungsi genggamnya jadi kurang maksimal, dan kamu perlu bertanya lagi, apakah bentuk genggam ini memang yang kamu butuhkan.
## Kesalahan Umum Sebelum Membeli
Kesalahan pertama, membeli cuma karena speknya tertinggi, tanpa mengecek game apa yang paling sering dimainkan. Banyak game tidak butuh chip sekelas Strix Halo buat jalan lancar. Kalau game favoritmu adalah game yang sudah jalan lancar di handheld kelas menengah, uang selisihnya bisa dipakai buat hal lain yang lebih bermanfaat, misalnya game baru, aksesori, atau tabungan.
Kesalahan kedua, tidak membaca syarat pembelian dari crowdfunding. Kalau kamu beli dari crowdfunding seperti Indiegogo, baca dulu syarat pengiriman dan garansinya, karena perangkat seperti ini biasanya tidak semudah beli di toko resmi lokal kalau ada masalah. Pengiriman internasional bisa kena bea masuk, garansi bisa harus dikirim kembali ke luar negeri, dan waktu tunggu servis bisa jauh lebih lama. Semua itu perlu kamu pahami sebelum membayar, bukan sesudah barang bermasalah.
Kesalahan ketiga, mengabaikan soal baterai dan pesawat. Baterai di atas 100Wh itu bukan hal sepele buat perjalanan udara. Kalau kamu sering terbang dan berencana membawa Next 2 di kabin, cek dulu aturan maskapai yang akan kamu pakai. Jangan sampai di bandara kamu diminta mengeluarkan perangkat dari tas, atau bahkan tidak diizinkan membawa, karena baterainya melebihi batas yang diizinkan tanpa persetujuan.
Kesalahan keempat, mengira semua varian memakai chip yang sama. Seperti yang sudah dibahas, varian termurah memakai Ryzen AI Max 385, sedangkan varian menengah dan tertinggi memakai Max+ 395. Selisih chip ini berarti selisih performa yang nyata. Selalu cek chip, RAM, dan SSD di varian yang kamu beli, bukan cuma nama perangkatnya.
## Tips Praktis Kalau Kamu Tetap Mau Beli
Jangan beli handheld semahal ini cuma karena speknya tertinggi. Cek dulu game apa yang paling sering kamu mainkan, karena banyak game tidak butuh chip sekelas Strix Halo buat jalan lancar. Buat daftar game yang paling sering kamu mainkan dalam tiga bulan terakhir, lalu cek apakah game-game itu sudah jalan lancar di handheld yang lebih murah. Kalau jawabannya ya, Next 2 mungkin bukan pembelian yang paling bijak buat kamu.
Kalau kamu beli dari crowdfunding seperti Indiegogo, baca dulu syarat pengiriman dan garansinya, dan simpan semua bukti pembelian dan komunikasi dengan penjual. Kalau ada masalah, bukti-bukti ini akan sangat membantu. Tanyakan juga soal estimasi pengiriman ke Indonesia, termasuk bea masuk dan pajak, supaya total biaya yang kamu keluarkan tidak mengejutkan di akhir.
Perhatikan juga daya dan panasnya. Biasakan mengatur mode daya sesuai situasi. Saat main di perjalanan, pakai mode yang lebih hemat supaya baterai awet dan perangkat tidak terlalu panas. Saat sudah dock dan terhubung ke listrik, baru pakai mode maksimal. Kebiasaan ini bikin pengalaman main lebih nyaman dan perangkat lebih awet dalam jangka panjang.
Buat yang budgetnya terbatas, handheld kelas menengah atau laptop gaming dengan harga yang sama sering memberi pengalaman yang lebih seimbang, karena layarnya lebih besar dan pendinginnya lebih lega. Laptop gaming dengan harga setara varian tertinggi Next 2 bisa memberi layar 16 inci, keyboard fisik, dan pendingin yang jauh lebih besar. Handheld kelas menengah dengan harga jauh lebih murah bisa memberi pengalaman genggam yang lebih nyaman, karena bobotnya lebih ringan dan baterainya lebih mudah dibawa.
Terakhir, beli case atau pelindung yang bagus. Layar OLED 9 inci itu besar dan rentan gores. Case yang bagus melindungi layar saat perangkat masuk tas, dan juga melindungi bodi dari benturan kecil. Ini investasi kecil dibanding harga perangkatnya, tapi manfaatnya besar.
## Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Next 2 bisa menggantikan laptop gaming? Buat beberapa orang, ya, terutama kalau kamu dock perangkat ini ke monitor dan memakai keyboard serta mouse. Tapi, buat pekerjaan yang butuh keyboard fisik sepanjang waktu, atau buat yang sering mengetik dokumen panjang, laptop dengan keyboard bawaan tetap lebih nyaman. Next 2 lebih cocok sebagai perangkat gaming genggam yang bisa dock, bukan sebagai pengganti laptop kerja sepenuhnya.
Apakah harganya akan turun? Harga early bird biasanya lebih murah dibanding harga normal, dan harga setelah peluncuran bisa berubah tergantung stok dan permintaan. Tapi, perangkat dengan chip kelas seperti ini jarang turun drastis dalam waktu singkat, apalagi di tengah krisis komponen. Kalau kamu menunggu penurunan harga yang besar, kamu mungkin harus menunggu cukup lama.
Apakah Next 2 nyaman digenggam lama? Dengan bobot sekitar 1,4 kg, jawabannya tergantung tangan dan kebiasaanmu. Buat sesi singkat, masih nyaman. Buat sesi panjang, banyak orang akan merasa lelah dan akhirnya memakai penyangga atau dock. Coba pikirkan gaya mainmu. Kalau kamu tipe yang main berjam-jam tanpa jeda sambil digenggam, bobot ini patut jadi pertimbangan serius.
Apakah baterainya bisa dibawa naik pesawat? Baterai 116Wh berada di atas batas 100Wh yang biasa diizinkan di kabin tanpa persetujuan khusus. Artinya, kamu perlu persetujuan maskapai, dan tidak semua maskapai mengizinkan. Cek aturan maskapai sebelum terbang, dan jangan mengandalkan asumsi kalau semua maskapai aturannya sama.
Ayaneo Next 2 memang menunjukkan seberapa jauh handheld PC bisa melangkah. Tapi, seperti biasa, yang paling kencang belum tentu yang paling masuk akal buat semua orang. Kalau kamu memang butuh tenaga sebesar itu dalam bentuk genggam, dan budgetmu sampai, Next 2 ini layak dipertimbangkan. Kalau tidak, handheld yang lebih ringan dan lebih murah, atau laptop gaming dengan harga yang sama, sering jadi pilihan yang lebih bijak.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Wow
0
Sad
0
Angry
0
Comments (0)