GOG Mau Bawa Kembali Game PC Fisik, Begini Rencananya

GOG sedang mempertimbangkan layanan print-on-demand game PC fisik dari library digital, ini rencananya dan kenapa masih jauh dari kata pasti.

03 Nov 2026 - 06:41
Updated: 3 hours ago
0 0
Ilustrasi game PC
Ilustrasi game PC

Pernah nggak kamu kangen sama kotak game PC zaman dulu yang ukurannya besar, lengkap dengan buku manual tebal dan peta di dalamnya? Ingat zaman kotak game PC yang besar, lengkap dengan buku manual dan peta di dalamnya? Buat banyak gamer lama, itu bagian dari kenangan main game. Sekarang, GOG, toko game digital yang terkenal tanpa DRM, sedang memikirkan cara membawa kembali game PC fisik.

Rencananya masih jauh dari kata pasti, tapi pembahasannya sudah mulai serius, dan sudah dibicarakan di wawancara terbaru pada awal November 2026. Buat kamu yang koleksi game atau sekadar kangen dengan kotak besar di rak, kabar ini jelas menarik. Tapi, sebelum terlalu berharap, ada baiknya kamu paham dulu apa yang sebenarnya direncanakan GOG, apa yang masih jadi penghalang, dan apa yang sudah bisa kamu lakukan sekarang.

## Apa Sebenarnya yang Diinginkan GOG?

Dalam skenario idealnya, kamu buka library GOG-mu, pilih game yang sudah kamu miliki secara digital, lalu pesan versi fisiknya, dan paket itu dikirim ke rumahmu. Sesederhana itu di atas kertas. Kamu tidak perlu lagi berburu edisi fisik yang stoknya sudah habis di pasaran, atau membeli dari penjual bekas dengan harga yang sudah tidak masuk akal. Kamu tinggal pesan dari library yang sudah kamu miliki, dan barangnya datang.

Ini model print-on-demand, alias dicetak atau diproduksi sesuai pesanan, bukan diproduksi massal lalu menumpuk di gudang. Model ini masuk akal buat game-game lama atau game yang pasarnya tidak terlalu besar. Kalau diproduksi massal, risikonya stok tidak laku dan menumpuk. Kalau diproduksi sesuai pesanan, GOG tidak perlu menebak-nebak berapa banyak yang harus dicetak. Setiap pesanan yang masuk, baru diproduksi. Buat kolektor, ini juga berarti game yang sudah lama tidak ada versi fisiknya bisa kembali tersedia, tanpa harus menunggu publisher memutuskan mencetak ulang dalam jumlah besar.

GOG sudah membahas ide ini selama bertahun-tahun, tapi belum menemukan cara yang pas untuk mewujudkannya. Ini bukan ide yang baru muncul kemarin sore. Ini ide yang sudah lama dipikirkan, didiskusikan, dan terus terbentur masalah yang sama. Fakta kalau ide ini masih dibahas sampai sekarang menunjukkan kalau GOG memang serius, tapi juga menunjukkan kalau masalahnya memang tidak gampang diselesaikan.

## Kenapa Ini Tidak Gampang?

Pertama, GOG harus membangun bisnis yang sama sekali berbeda dari toko digital. Toko digital itu urusannya file, server, dan lisensi. Toko fisik urusannya barang, gudang, pengiriman, dan retur. Ini dua dunia yang berbeda. GOG perlu logistik, perlu gudang, perlu kerja sama dengan jasa kirim, dan perlu sistem penanganan retur kalau barang rusak atau salah kirim. Semua itu tidak pernah mereka urus sebelumnya dalam skala seperti ini. Membangunnya dari nol butuh waktu, dana, dan orang yang paham bisnis fisik, bukan cuma bisnis digital.

Kedua, setiap game butuh izin tambahan dari publisher-nya masing-masing untuk diproduksi dalam bentuk fisik. Izin digital tidak otomatis berarti izin fisik. Ini poin yang sering dilupakan. Kamu mungkin mengira kalau GOG sudah menjual game itu secara digital, berarti mereka bebas mencetak versi fisiknya. Tidak begitu. Hak distribusi digital dan hak distribusi fisik itu bisa jadi dua perjanjian yang berbeda, dengan publisher yang berbeda pula dalam beberapa kasus. GOG harus mengurus izin satu per satu, game per game, publisher per publisher. Kalau ada satu publisher yang tidak setuju, game itu tidak bisa dibuat versi fisiknya, walau sudah ada di library digitalmu.

Ketiga, bentuk fisiknya sendiri belum diputuskan, apakah disc, USB, atau kemasan lain, karena game PC modern ukurannya sudah sangat besar dan tidak lagi muat di satu disc seperti dulu. Zaman dulu, satu game muat di satu atau beberapa disc. Sekarang, satu game bisa puluhan sampai ratusan GB. Kalau dipaksakan ke disc, butuh banyak disc, dan itu tidak praktis. Kalau pakai USB, harganya jadi lebih mahal. Kalau cuma kotak berisi kode download, banyak kolektor yang merasa itu bukan benar-benar fisik. Jadi, GOG harus memutuskan bentuk yang masuk akal buat pembeli dan buat biaya produksi, dan keputusan itu belum diambil.

Keempat, ada soal harga. Produksi sesuai pesanan itu biasanya lebih mahal per unit dibanding produksi massal. Kalau harganya terlalu mahal, pembeli tidak mau pesan. Kalau harganya terlalu murah, GOG bisa rugi. Menemukan titik harga yang pas, di mana pembeli merasa worth it dan GOG tidak rugi, itu juga pekerjaan rumah yang tidak kecil.

## Lalu, Apa yang Sudah Dilakukan GOG Sekarang?

Sambil menunggu rencana besar itu, GOG sudah melangkah lewat program preservasi game klasiknya, bekerja sama dengan Big Box Collection, arsip kemasan game klasik yang dibuat oleh Benjamin Wimmer. Program ini fokusnya bukan menjual kotak fisik, tapi melestarikan kemasan game klasik supaya tidak hilang ditelan zaman. Kotak-kotak besar zaman dulu itu banyak yang sudah rusak, hilang, atau dibuang. Kalau tidak didokumentasikan sekarang, generasi gamer berikutnya tidak akan pernah tahu seperti apa bentuknya.

Lima game pertama yang kebagian perlakuan ini adalah Myst, Descent, Hitman: Codename 47, Star Trek: 25th Anniversary, dan Armikrog. Lima game ini dipilih sebagai gelombang awal, bukan sebagai daftar final. Artinya, masih ada kemungkinan game lain menyusul, tapi untuk sekarang, baru lima game ini yang sudah masuk program.

Buat game-game itu, GOG menyediakan scan 3D dari kotak aslinya yang bisa diputar dan dilihat dari semua sisi di aplikasi 3D bawaan Windows dan Mac. Kamu bisa membuka model 3D-nya, memutarnya, melihat bagian depan, belakang, dan samping kotak, seperti sedang memegang kotak aslinya di tangan. Ini pengalaman yang berbeda dibanding cuma melihat foto kotak di internet. Kamu bisa melihat detailnya, termasuk teks kecil di belakang kotak yang sering tidak terlihat di foto biasa.

GOG juga menyediakan versi yang bisa dicetak dan dirakit sendiri di rumah. Jadi, belum ada kotak fisik resmi yang dikirim, tapi kamu sudah bisa membuat sendiri kotak papercraft-nya buat dipajang. Ini langkah kecil, tapi buat kolektor, ini sudah cukup menyenangkan. Kamu bisa mencetak kotaknya, memotong, melipat, mengelem, dan akhirnya punya kotak fisik di rak, walau dibuat sendiri, bukan diproduksi pabrik.

Buat yang suka kerajinan, proyek papercraft ini juga bisa jadi kegiatan akhir pekan yang seru. Kamu bisa mengajak teman atau anak buat merakit bareng, sambil cerita soal game-game klasik itu. Buat yang sekadar mau pajangan, kotak hasil cetak sendiri ini juga sudah cukup buat mengisi rak yang kosong, tanpa harus mengeluarkan dana besar buat berburu kotak asli yang sudah langka.

## Kenapa Wacana Ini Muncul Lagi Sekarang?

Industri game makin bergerak ke arah digital. Sony bahkan sudah mengumumkan akan berhenti memproduksi disc fisik untuk game PlayStation baru mulai Januari 2028. Ini sinyal yang kuat kalau arah industri memang ke digital, bukan ke fisik. Di tengah sinyal seperti itu, wacana GOG buat membawa kembali fisik justru terasa seperti melawan arus, dan itulah yang bikin wacana ini menarik.

Di sisi lain, GTA VI yang baru saja ramai dibicarakan juga dilaporkan versi fisiknya hanya berisi kode download, bukan disc. Jadi, bahkan game yang versi fisiknya masih dijual, isinya sudah tidak lagi disc. Buat banyak kolektor, ini terasa seperti kehilangan. Mereka membeli kotak, tapi yang didapat cuma kode. Kotaknya ada, tapi fungsinya sudah tidak sama seperti dulu.

Di tengah tren itu, GOG justru melihat ada celah: masih banyak kolektor yang mau memegang barang fisik, bukan cuma lisensi digital. Lisensi digital itu rapuh dalam satu hal. Kalau akunmu bermasalah, atau toko tutup, akses ke game itu bisa ikut bermasalah. Barang fisik, walau juga bisa rusak atau hilang, setidaknya ada di tanganmu, tidak tergantung pada server atau akun. Buat kolektor, rasa memiliki seperti ini penting, dan tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh library digital, seberapa rapi pun tampilannya.

Ada juga soal nostalgia. Kotak besar zaman dulu itu bukan cuma wadah disc. Di dalamnya ada buku manual yang tebal, peta dunia game, kartu, dan kadang barang-barang kecil lain yang bikin pengalaman membuka kotak jadi bagian dari pengalaman main game itu sendiri. Generasi gamer sekarang yang cuma kenal download mungkin tidak pernah merasakan itu, tapi buat gamer lama, kenangan itu kuat banget, dan wajar kalau mereka mau merasakannya lagi, walau dalam bentuk yang berbeda.

## Dampak Buat Kamu, Kolektor dan Bukan Kolektor

Buat kolektor, rencana GOG ini, kalau benar-benar jalan, bisa mengubah cara kamu mengoleksi. Kamu tidak perlu lagi berburu di pasar bekas dengan harga yang sudah tidak masuk akal. Kamu bisa pesan langsung dari library digitalmu, dengan harga yang jelas dan barang yang baru, bukan bekas. Ini juga membuka peluang buat game-game yang versi fisik aslinya sudah sangat langka, supaya bisa kembali tersedia dalam bentuk yang mendekati aslinya.

Buat yang bukan kolektor, rencana ini mungkin tidak terlalu berpengaruh. Kamu tetap bisa main game digital seperti biasa, tanpa harus pesan versi fisiknya. Tapi, ada satu dampak tidak langsung yang mungkin kamu rasakan. Kalau GOG berhasil membuktikan kalau masih ada pasar buat fisik, publisher lain bisa ikut melirik. Bukan tidak mungkin, ke depannya, edisi fisik game PC jadi lebih sering ditawarkan, walau dalam jumlah terbatas.

Buat yang suka game klasik, program preservasi yang sudah jalan sekarang juga punya dampak nyata. Game-game klasik itu tidak cuma soal gamenya, tapi juga soal kemasannya, manualnya, dan konteks zamannya. Dengan mendokumentasikan kemasan itu dalam bentuk 3D dan cetak, GOG membantu memastikan kalau sejarah game PC tidak hilang begitu saja. Ini penting, karena banyak game klasik yang sudah tidak bisa dimainkan di hardware modern tanpa usaha ekstra, dan kalau kemasannya juga hilang, jejaknya makin sulit dilacak.

## Kesalahan Umum yang Perlu Kamu Hindari

Kesalahan pertama, mengira layanan fisik GOG sudah bisa dipesan sekarang. Belum. Yang sudah ada sekarang adalah scan 3D dan versi cetak buat lima game awal. Layanan pesan versi fisik dari library digital itu masih rencana, masih awal, dan belum ada tanggal peluncurannya. Jangan sampai kamu tertipu oleh penjual yang mengaku sudah bisa memesankan versi fisik GOG, padahal layanan itu belum ada.

Kesalahan kedua, menunggu layanan ini buat koleksi game yang kamu suka, sampai akhirnya edisi fisik resmi yang masih dijual keburu habis. Kalau ada edisi fisik resmi dari publisher yang masih dijual sekarang, itu tetap yang paling aman buat dikoleksi sekarang. Jangan menunda beli dengan harapan layanan GOG nanti akan menyediakan versi yang sama, karena belum ada jaminan game yang kamu incar akan masuk dalam layanan itu, atau kapan layanan itu akan jalan.

Kesalahan ketiga, mengira semua game di library GOG-mu otomatis bisa dibuat versi fisiknya nanti. Tidak begitu. Setiap game butuh izin publisher masing-masing, dan tidak semua publisher akan setuju. Game yang kamu harapkan bisa jadi justru tidak pernah dapat izin fisik, walau game lain sudah bisa. Jadi, jangan mengandalkan layanan ini sebagai satu-satunya jalan buat mengoleksi.

Kesalahan keempat, mencetak kotak papercraft dengan kertas yang terlalu tipis atau printer yang warnanya sudah pudar, lalu kecewa karena hasilnya jelek. Kalau kamu coba mencetak kotak papercraft-nya sendiri, pakai kertas yang cukup tebal dan printer warna yang bagus, supaya hasilnya tidak gampang lecek dan warnanya tidak pudar. Potong dengan rapi, lipat dengan penggaris supaya lipatannya lurus, dan gunakan lem yang tidak terlalu banyak supaya kertas tidak bergelombang.

## Tips Praktis Buat Sekarang

Jangan menunggu layanan ini buat koleksi game yang kamu suka. Kalau ada edisi fisik resmi dari publisher yang masih dijual, itu tetap yang paling aman buat dikoleksi sekarang. Cek toko resmi publisher, toko game besar, dan marketplace yang terpercaya, dan bandingkan harganya sebelum beli.

Buat game klasik di GOG, cek dulu apakah game yang kamu beli sudah masuk program preservasi dan punya scan kotaknya, karena belum semua game kebagian. Caranya, buka halaman game itu di GOG dan lihat apakah ada bagian soal model 3D kotak atau file cetak. Kalau belum ada, berarti game itu belum masuk gelombang awal, dan kamu harus menunggu gelombang berikutnya.

Kalau kamu coba mencetak kotak papercraft-nya sendiri, pakai kertas yang cukup tebal dan printer warna yang bagus, supaya hasilnya tidak gampang lecek dan warnanya tidak pudar. Simpan file cetaknya di tempat yang aman, supaya kalau hasil cetak pertama gagal, kamu tidak perlu mengunduh ulang. Dan kalau kamu mau hasil yang lebih rapi, coba cetak dulu dalam ukuran kecil buat latihan, sebelum mencetak ukuran penuh.

Simpan bukti pembelian digitalmu baik-baik, karena kalau layanan fisik ini benar-benar jalan nanti, kemungkinan besar yang bisa pesan adalah pemilik lisensi digital yang sah. Ini berarti akun GOG-mu harus aman. Aktifkan verifikasi dua langkah, jangan bagikan kata sandi, dan jangan membeli game dari penjual tidak resmi yang menawarkan harga jauh di bawah harga normal, karena risikonya akun bermasalah atau kunci game tidak valid.

Terakhir, ikuti pengumuman resmi GOG, bukan rumor di media sosial. Rencana seperti ini sering dibesar-besarkan di media sosial, sampai terdengar seolah sudah pasti jalan minggu depan, padahal masih jauh. Pengumuman resmi GOG, lewat situs atau akun resmi mereka, adalah sumber yang paling bisa dipegang.

## Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah GOG sudah menjual game fisik sekarang? Belum. Yang sudah ada adalah scan 3D dan file cetak buat lima game awal dalam program preservasi. Layanan pesan versi fisik dari library digital masih rencana awal, belum dijual, dan belum ada tanggalnya.

Game apa saja yang sudah punya scan kotaknya? Lima game awalnya adalah Myst, Descent, Hitman: Codename 47, Star Trek: 25th Anniversary, dan Armikrog. Kalau game favoritmu belum ada di daftar itu, berarti belum masuk gelombang awal.

Apakah versi cetak sendiri sama dengan versi fisik resmi? Tidak sama. Versi cetak sendiri itu hasil cetak rumahan dari file yang disediakan GOG. Versi fisik resmi, kalau nanti benar-benar dijual, akan diproduksi secara profesional dengan bahan dan kualitas yang berbeda. Tapi, buat pajangan, versi cetak sendiri sudah cukup menyenangkan, apalagi kalau kamu merakitnya dengan rapi.

Apakah semua game di GOG nanti bisa dipesan versi fisiknya? Belum tentu. Setiap game butuh izin publisher masing-masing, dan tidak semua publisher akan setuju. Jadi, jangan menganggap semua library-mu otomatis bisa diubah jadi fisik.

Kenapa GOG repot-repot dengan fisik, padahal mereka toko digital? Karena GOG memang dikenal dengan fokus pada preservasi game. Buat mereka, melestarikan game bukan cuma soal memastikan gamenya masih bisa dimainkan, tapi juga soal melestarikan konteksnya, termasuk kemasannya. Dan karena masih ada kolektor yang mau barang fisik, GOG melihat ada peluang buat melayani mereka, walau jalannya masih panjang.

Jadi, GOG belum menjual game fisik, tapi niatnya sudah jelas. Buat kolektor, ini kabar yang layak ditunggu, walau masih harus sabar karena izin publisher dan urusan logistiknya tidak bisa selesai dalam semalam. Sambil menunggu, kamu sudah bisa menikmati langkah awalnya lewat scan 3D dan kotak cetak buat lima game pertama, dan itu sudah cukup buat mengisi rak sambil menunggu kabar berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
Aldo Suhendro

Founder & Chief Editor di COC Komputer. Berpengalaman 10+ tahun merakit PC dan men-tuning hardware enthusiast.

Comments (0)

User